Dinas PP dan KB Lamteng Launching Sekolah Lansia

Radarlamteng.com TERBANGGIBESAR – Pemkab Lampung Tengah melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) melaunching sekolah lansia di Poncowati, Kecamatan Terbanggibesar, Jumat 22 November 2024.

Ini adalah inovasi Pemkab Lamteng melalui program bina keluarga lansia Dinas PP dan KB. Saat ini, sudah ada 11 kampung di Lampung Tengah yang memiliki sekolah lansia.

“Saat ini sudah ada 11 sekolah lansia yang kita launching. Harapannya semua kampung di Lampung Tengah nanti terbentuk sekolah tersebut,” kata Kadis PP dan KB Lamteng I Nyoman Gunadiyasa Putra, S.P., MM.,

Menurut dia, membuat sekolah lansia tidak mudah karena terbatasnya banyak hal. Seperti SDM pengajar, sarana belajar hingga anggaran.

Karena itu, dibutuhkan jiwa kepedulian yang tinggi oleh kepala kampung dan perangkatnya untuk membentuk sekolah lansia.

Dijelaskan Nyoman Gunadiyasa bahwa setiap kampung sudah pasti memiliki penduduk lansia. Sehingga pemerintah kampung yang memiliki peran penting dalam inovasi ini.

Dalam arahannya, konsep pembentukan sekolah lansia cukup dibuat secara sederhana saja. Yang penting bisa berjalan. Seperti halnya untuk pengajar, bisa mengambil pensiunan guru yang ada di kampung masing-masing dengan cara diberikan insentif.

“Tidak usah honor lah. Karena memang tidak ada anggarannya. Insentif saja sebagai bentuk kepedulian,” paparnya.

Sedangkan untuk sarana belajar bisa memanfaatkan balai kampung atau fasilitas lainnya. “Karena pertemuan belajarnya tidak harus tiap hari. Sebulan sekali atau 12 kali dalam setahun sudah baik,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, sekolah lansia dilaksanakan melalui tujuh dimensi lansia tangguh. Yakni dimensi spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional dan dimensi lingkungan.

Program tersebut sesuai dengan pedoman tujuh dimensi lansia tangguh di program Bina Keluarga Lansia (BKL) yang ditetapkan BKKBN pada 2014, yang mengacu pada International Council of Active Ageing (ICAA) tahun 2013.

Menurut Nyoman Gunadiyasa bahwa pendidikan merupakan salah satu alat paling efektif untuk memberdayakan manusia. Namun, banyak dari mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan formal atau informal yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.

Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dapat mengakibatkan kesulitan dalam menghadapi tantangan sehari-hari. Seperti manajemen kesehatan, penggunaan teknologi dan keterampilan sosial yang diperlukan dalam interaksi dengan generasi yang lebih muda.

Selain itu, banyak lansia yang mengalami masalah kesehatan fisik dan mental, termasuk penyakit kronis, depresi dan kecemasan.

”Kesehatan yang menurun sering kali disertai dengan kurangnya dukungan sosial, sehingga meningkatkan resiko kesepian dan isolasi,” jelasnya.
Dalam konteks ini, pendidikan dan interaksi sosial melalui sekolah lansia dapat memberikan manfaat yang signifikan.

”Jadi tujuan program ini tidak hanya akan memberikan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga menciptakan ruang bagi lansia untuk bersosialisasi, berbagi pengalaman dan membangun jaringan dukungan untuk memberikan harapan hidup lebih Panjang,” pungkasnya. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *