HUT ke-74, Harapkan IDI Lamteng Kuat, Dokter Aman dan Pasien Sehat

Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – HUT Ke-74 ditahun 2024 ini Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lampung Tengah (Lamteng) mempunyai harapan besar bahwa IDI akan semakin kuat dan semua dokter mendapatkan rasa aman dalam menjalankan tugasnya secara profesional hingga dapat memberikan pelayanan untuk semua pasien menjadi sehat.

Harapan tersebut disampaikan Ketua IDI Cabang Lamteng dr.Muji Nurdiyanto pada saat peringatan HUT IDI ke 74 dengan
mengajak warga Bandarjaya di seputaran Kecamatan Terbanggibesar melakukan pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan laboratorium dan donor darah. Bakti Sosial (Baksos) ini sekaligus mengajak kaum duafa makan bersama di RM AA Bintang pada Kamis (24/10/2024).

“Bagian terpenting yang mendongkrak kemajuan adalah dari sektoral keamanan, pendidikan dan kesehatan. Kesehatan itu titik beratnya ada pada biaya, masyarakat selalu mempunyai rasa khawatir akan biaya yang tinggi jika akan melakukan tindakan kesehatan baik kedokter mandiri juga rumahsakit,” paparnya.

Kondisi ini, harus ditompang dengan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan agar dapat berjalan lancar. Dan tindakan yang paling mendasar untuk dilakukan dokter hendaknya lebih berorientasi pada edukasi kesehatan kepada masyarakat luas.

Masih menurut dr.Muji yang juga Direktur RSIA Puri Adya Paramitha Bandarjaya ini, momentum HUT IDI menjadi landasan dalam upaya peningkatan langkah jelas dengan dilakukan promotif baik dari puskesmas, klinik, dokter pribadi dan rumah sakit. Upaya selanjutnya dengan preventif berupa pencegahan daripada mengobati, untuk selanjutnya rehabilitatif dan akuratif.

“Saya menghimbau kepada semua dokter hendaknya dapat memberikan pelayanan prima dengan mendasari sikap yang ramah serta familiar, karena seorang pasien terkadang tidak akan sembuh hanya dengan pengobatan namun sikap menyenangkan, nyaman, Ramah dan familiar tersebut juga dapat menyembuhkan pasien,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama Ketua IDI Wilayah Lampung dr.Josi Harnos,MARS juga tampak hadir dan menyambut hangat HUT IDI di Lamteng yang terbalut keakraban antar dokter. Bahkan kekompakan yang selalu terlihat juga dengan respon dari dokter senior yang pernah menjabat sebagai Ketua IDI periode dr.Indrawan Yachya, serta mantan Kepala Dinas Kesehatan Lamteng dr.Otniel Wijadmiko.

Tampak hadir juga Direktur Utama RS Mitra Mulia Husada dr.Uswatun beserta suami dr.Agus Nugroho, Direktur RSI ASY Syifaa dr.Imilia Safitri, dr.Titin Prihantini dan puluhan dokter muda yang penuh semangat memperingati HUT IDI sekaligus Hari Dokter Nasional.

“Kami apresiasi solidaritas dari IDI Lamteng dalam membangun sinergi dan silaturahmi antar dokter, dan diharapkan hal ini akan diikuti oleh IDI dari Kabupaten lain di Provinsi Lampung.

Dikatakannya, bahwa IDI Wilayah Lampung terhitung sejak awal tahun 2024 terdata dengan 2.700 dokter yang tergabung dalam wadah IDI sebagai organisasi mandiri dan struktural legalitas jelas diakui hingga ditingkat dunia.

“Sejak berlakunya Undang Undang Kesehatan tahun 2023, IDI sudah menyerahkan kendali verifikasi kedokteran kepada pemerintah.Dalam wadah IDI barometer yang sesuai fungsi IDI, setiap dokter harus mempunyai ektabilitasi dan Intelektualitasnya.

Dasar ini, kata ia supaya setiap dokter mempunyai standar etika dalam memberikan pelayanan kesehatan. Dokter tidak boleh dibatasi dalam menjalankan tugasnya dengan intimidasi sehingga terwujud rasa aman untuk memberikan kontribusi manfaat kesehatan dalam kehidupan di masyarakat dan negara,” terangnya.

Sementara itu salah satu warga Bandarjaya Barat Efrizal (59 tahun) mengutarakan rasa bangganya bahwa hingga saat ini saya bisa langsung merasakan bahwa masih banyak dokter yang sangat mulia dalam menjalankan tugasnya.

“Saya pernah merasakan ketika dalam kondisi yang benar – benar tidak mempunyai biaya tapi harus mengalami penyakit berat jantung dan ginjal.

“Pada saat itu, saya justru ditegur oleh seorang dokter spesialis ketika tahu saya tidak mau berobat karena takut untuk membayar biaya rumah sakit yang pasti mahal, namun saya justru diberikan uang Rp 1 juta untuk ongkos saya dapat berobat, sehingga saya benar-benar menemukan akan adanya dokter yang sangat mulia peduli dengan orang miskin seperti saya dan keluarga,” ungkapnya.(sci/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *