Diterpa Isu Jual Beli Jabatan, Begini Pengakuan Sejumlah Kepsek di Lamteng

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Sejumlah kepala sekolah (kepsek) SD dan SMP di Lampung Tengah yang mengalami rotasi atau rolling mengaku tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk mendapat posisi jabatan baru. Termasuk kepsek yang bisa bertahan di sekolah favorit.

Seperti yang dikatakan Muhlison. Sebelumnya ia menjabat sebagai kepala SDN 3 Sulusuban dan dirotasi menjadi kepala SDN 1 Sulusuban, Kecamatan Seputihagung.

Saat ditanya, apakah ada yang minta dana atau uang kepada dirinya terkait rotasi kepsek? “Gak ada sama sekali, Mas,” kata Muhlison, Kamis 22 Agustus 2024.

Senada dikatakan Tri, kepala SDN 3 Sulusuban. Ia dipindahtugaskan dari SDN 1 Simpangagung.

“Wah, sejauh yang saya tahu, di Kecamatan Seputihagung Insyaallah gak ada ginian (diminta-minta uang) sama sekali,” imbuhnya.

Ia menyakini bukan hanya di Kecamatan Seputihagung saja. “Menurutku semua gak ada Mas,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Sukirno, kepala SMPN 1 Kotagajah yang tetap bertahan pada jabatannya mengaku tidak melakukan sogok-menyogok kepada pejabat Disdikbud Lamteng untuk bisa bertahan.

Saat ditanya apakah memberi “upeti” agar tidak tergeser dari jabatannya? “Tidak ada sama sekali ngasih-ngasih, Mas,” katanya.

Ia bercerita sempat terfikir untuk memberi ucapan “terima kasih” kepada pejabat Disdikbud Lamteng.

“Bahkan ditolak, Mas. Kata pejabat dinas, karena saya sudah mau pensiun jadi biar buat penghargaan untuk saya,” ceritanya.

Diketahui, belum lama ini Disdikbud Lamteng melakukan rotasi jabatan kepsek SD dan SMP yang berjumlah 93 orang.

Namun, kebijakan untuk penyegaran dan kebutuhan pelayanan pendidikan tersebut diisukan terjadi jual beli jabatan oleh pejabat disdikbud.

Namun hal itu telah dibantah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah Nur Rohman.

Menurut Nur Rohman bahwa hal itu tidak benar. “Adanya pemberitaan tersebut, mungkin perlu saya klarifikasi ya. Karena menyangkut instansi yang saya pimpin. Jadi saya tegaskan tidak ada setor-setoran yang tersampaikan itu. Terkait hal itu tidak benar,” kata Nur Rohman. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *