MoU dengan NU Care LAZISNU, PCNU Lamteng dan RS MMH Komitmen Buka Layanan Armada Ambulans dan Klinik Kesehatan

Radarlamteng.com,BANDARJAYA – Rumah Sakit Mitra Mulia Husada (RS MMH) Bandarjaya dengan NU Care LAZISNU dan PCNU Lampung Tengah (Lamteng) siap berkomitmen merealisasikan sinergi dalam memberikan nilai manfaat melalui layanan kesehatan.

Komitmen ini dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan di Moonbe Cafe dan Resto Bandarjaya pada Kamis (18/7/2024) oleh Direktur RS.MMH Bandarjaya dr.Gani Toharin dengan Ketua PCNU Lamteng KH.Ngasifuddin dan Ketua NU Care LAZISNU PCNU Lamteng Gus Ali Fadillah Mustofa.

Direktur RS MMH Bandarjaya dr.Gani Toharin didampingi Manager Marketing Boywan Ismul Adham Antaris memaparkan akan membangun kerjasama baik dari sektor kesehatan, pendidikan dan sosial. Salah satunya dari armada ambulans menjadi perhatian yang akan dijalankan untuk menjadi rumah sakit rujukan dari warga NU yang tersebar di 28 kecamatan di Lamteng.

“RS MMH dengan ragam fasilitas kesehatan yang ada siap untuk memberikan kemudahan dalam akses pelayanan kesehatan, baik dari penjemputan pasien, melakukan tindakan medis, rawat inap dan rawat jalan. Kemudian dari sektor pendidikan dengan beasiswa bagi santri-santri yang berprestasi.

Selain itu jika dibutuhkan untuk bakti sosial dari pemeriksaan kesehatan, khitanan massal dan lainnya juga dapat dapat berkolaborasi,” urainya.

KH.Ngasifuddin menyampaikan saat ini PCNU sudah mempunyai 6 unit kendaraan ambulans yang dipergunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pengobatan ke rumah sakit. Kemudian driver ambulans ini akan diberikan latihan penanganan kegawatan daruratan terhadap pasien yang dibawa.

“Dengan MoU ini kami melihat banyak sekali nilai manfaat yang banyak diberikan langsung oleh masyarakat. Dan merujuk pada program LAZISNU bahwa setiap tingkat kecamatan hingga kampung bisa di buka layanan kesehatan seperti berbentuk klinik kesehatan.

Selama ini, tambahnya untuk yang wilayah Padangratu lebih sering membawa warga NU yang sakit harus menuju ke rumah sakit Pringsewu. Dengan ada akses ini maka kami bisa lebih mudah menyampaikan ke warga untuk langsung komunikasi ke RS MMH,” paparnya.

Dengan MoU ini, lanjutnya kedepan jika dibuka klinik kesehatan NU disetiap kecamatan kami akan kolaborasi RS MMH untuk memberikan pelatihan hingga operasional layanan.

Senada Gus Ali Fadillah Mustofa merasa bersyukur dengan MoU bersama RS MMH.Disamping sebagai rujukan pasien, manfaatnya juga bisa dirasakan untuk santri yang mendapat edukasi terkait upaya penanganan kesehatan dasar sejak dini, khitanan massal juga kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Selama ini kami untuk setiap menangani santri yang sakit masih bingung, karena harus pergi jauh mencari obat ke apotik, dengan MoU ini Alhamdulillah kami dan pengurus pondok bisa terbantu untuk mengurus santri ketika ada yang sakit, lebih mudah aksesnya dengan RS MMH. Dan kedepan jika realisasi MoU ini berjalan baik, insyaallah banyak manfaat yang barokah,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Ampel Punggur ini.(sci/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *