Radarlamteng.com SEPUTIHMATARAM – Seluas setengah hektare lahan pertanian kebun jagung yang diperuntukkan untuk ketahanan pangan terancam gagal tanam akibat fenomena alam El Nino saat ini.
Gagal tanam membayangi kebun jagung warga Kampung Pajar Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Lampung Tengah yang selama ini mengandalkan lahan tadah hujan.
Jumari, Warga Kampung Pajar Mataram mengungkapkan, seluas setengah hektare lahan jagung yang sudah ditanam hingga kini belum tumbuh akibat tidak ada air hujan. Ia mengakui lahan pertanian jagungnya tadah hujan.
“Sampai saat ini upaya demi upaya sudah kita lakukan hingga melakukan penyiraman dengan alat seadanya sudah dilakukan dan juga sudah di pupuk. Jika kemarau ini terus menerus berkepanjangan tidak menutup kemungkinan jagung tersebut tidak bisa tumbuh apalagi panen,” ungkapnya, Jumat (10/11/2023).
Menurut dia, mulanya sangat berharap pada hujan yang turun. Biasanya hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Seputih Mataram dan sekitarnya, tapi hingga mendekati pertengahan bulan November ini hujanpun tak kunjung turun.
“Kami berharap agar di bulan Desember mendatang akan segera turun hujan, agar petani disini bisa menanam jagung. Kalau sampai di akhir tahun ini tidak ada hujan entah bagaimana nasib petani disini. Apalagi ladang pertanian tadah hujan. Dampak El Nino kita tidak bisa berbuat banyak,” keluhnya.
Ia mengaku, tidak banyak hal yang bisa dilakukan karena lahan tersebut hanya bergantung pada air hujan. “Berdasarkan informasi yang kita dapatkan terkait awalnya diprediksi hingga Oktober nyatanya hingga kini belum juga turun hujan. Malah diprediksi dampak elnino ini hingga Januari 2024 mendatang,” tandasnya. (bil)
