Lihat Hasil Pembangunan Jembatan Way Rajawali di Bandarsurabaya, Anggota DPRD Lamteng Berang

Radarlamteng.com, BANDARSURABAYA – Sejumlah Anggota DPRD Lampung Tengah (Lamteng) dari dapil 2 dibuat berang.

Itu setelah melihat hasil pengerjaan pembangunan jembatan Way Rajawali di Kecamatan Bandarsurabaya, Kamis 5 Oktober 2023.

Anggota dewan yang turun langsung mengecek jembatan yakni Agus Triono, Sugimin dan I Kade Asian Nafiri.

Dari pantauan di lokasi, ketiga anggota dewan tersebut turun sampai bawah jembatan untuk melihat hasil pengerjaan serta mengecek kualitas jembatan penghubung Kampung Surabaya Ilir dengan Kampung Rajawali itu.

Hasilnya, para anggota dewan terlihat sangat kecewa karena kualitasnya bangunan yang dianggarkan pada tahun 2022 itu dinilai buruk.

Seperti halnya siring penahan samping jembatan terlihat rapuh. Adukan semen untuk menempelkan batu terlihat sangat rapuh.

Beberapa bahkan batunya bisa dilepas dengan tangan. Tak hanya itu, otot-otot besi di dinding jembatan sebagai penahan badan jembatan juga terlihat dari luar.

“Harusnya kan besi-besi itu tertutup oleh cor beton. Lha ini banyak yang kelihatan,” kata Agus Triono.

Bagian lain yang terlihat tidak sesuai bestek, adalah beton cor penahan badan jembatan yang dibuat melengkung ke atas. Tidak rata seperti umumnya.

Lalu loneng di kanan dan kiri jembatan juga sudah retak. Termasuk tiang-tiang di samping kanan-kiri terlihat rapuh dan tidak rapih.

Begitupun tiang-tiang penyangga saat pengecoran tidak menggunakan kayu masak seperti kaso.

“Ini menggunakan kayu-kayu bulatan. Harusnya enggak boleh dong. Harus kayu kaso,” timpal I Kade Asian Nafiri.

Sayang, saat turun ke lokasi anggota dewan hanya bertemu dua orang yang mengaku pernah ikut bekerja pada proyek tersebut.

Pun ketika ditanya oleh I Kade Asian Nafiri keduanya tidak bisa menjelaskan secara detail. Yang ada hanya terlihat bakaran kayu bekas tiang penyangga cor yang dibakar di bawah jembatan.

Para wakil rakyat juga mendapati informasi bahwa pemborong telah kabur ke luar daerah.

Menindaklanjuti hal itu, anggota dewan berencana membawa masalah ini ke aparat penegak hukum.

“Kontraktor dan konsultan akan kita laporkan ke penegak hukum. Supaya ada efek jera. Jangan main-main menggunakan uang rakyat. Jembatan yang dianggaran pada tahun 2022 mencapai Rp2 miliar lebih ini diduga tidak diterapkan semua karena hasilnya kualitas bangunan buruk,” tandas Agus Triono. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *