Radarlamteng.com, LAMTENG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Sumarsono mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Komandan Kodim (Dandim) 0411/KM, Letkol INF Sihono dalam rangka menjaga ketahanan pangan serta mengantisipasi terjadi inflasi di Lamteng. Terobosan yang dilakukan Dandim 0411/KM tersebut yakni dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada di lahan milik Kodim 0411/KM wilayah Lamteng yang berada di Kampung Terbanggibesar, Kecamatan Terbanggibesar, dengan menanami bawang merah.
Sumarsono mengatakan bahwa hasil dari rapat koordinasi forkopimda seluruh Indonesia yang langsung di pimpin Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo yang digelar di Sentul beberapa waktu lalu, langsung di aplikasikan oleh Dandim 0411/KM. “Karena ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja, dan inflasi sangat tinggi potensinya, Alhamdulillah meskipun inflasi di Lamteng belum seberapa, tetapi untuk mengantisipasi ini semua Dandim 0411/KM langsung mengambil langkah dengan menanam Bawang Merah. Karena inflasi paling riskan terjadi pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Dan kami sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Dandim beserta anggotanya, ” ujarnya.
Ketua DPRD Lamteng menjelaskan bahwa sesuai perhitungan yang dilakukan, 15 atau 10 hari menjelang Hari Raya Idul Fitri bawang merah tersebut panen. “Bawang merah ini ditanam dengan bibit sebanyak 1 ton, jika di Brebes dengan bibit segitu biasanya hasilnya 10 ton. Tapi karena ini lahan baru kita liat nanti progresnya seperti apa,” ungkap Sumarsono.
Sumarsono mengaku akan rutin melakukan tinjauan setiap 15 hari sekali untuk melihat progres tanama bawang merah yang di lakukan Dandim Lamteng sekaligus berdiskusi bersama. “Karena ini adalah bagian dari edukasi terhadap seluruh rakyat Lampung Tengah, Lampung bahwa menanam tidak harus singkong. Karena bawang merah ini semua disuplai dari Brebes, Tegal dan lain sebagainya dari sana tentu tidak mencukupi. Sehingga potensi impor sangat besar,” bebernya.
Menurut Sumarsono ini adalah langkah brilian yang dilakukan Dandim Kota Metro di wilayah Lamteng. Dirinya pun merasa kalah karena kesigapan yang dilakukan orang nomor satu di Kodim 0411/KM ini. “Kesigapan Dandim ini luar biasa. Saya baru menyiapkan lahan, namun beliau sudah menanam. Saya baru mau mencari sprinkler beliau sudah aplikasi,” ungkap Sumarsono saat meninjau langsung proses penanaman bawang merah dilahan ketahanan pangan Kodim 0411/Lampung Tengah yang berlokasi di Kecamatan Terbanggibesar, Lamteng, Selasa (7/2/2023).
Pihaknya berharap nantinya kelompok-kelompok tani di Lamteng bisa belajar tentang penanaman bawang merah ini. “Sebagai seorang pemimpin ayo kita harus bisa menjadi contoh yang baik. Mudah-mudah ini bisa menjadi meteor di Lampung Tengah, bahwa Lampung Tengah yang berbasis pertanian juga bisa memprodukai bawang merah bahkan bisa mengalahkan Brebes,” bebernya.
Sementara itu Dandim 0411/KM, Letkol Inf Sihono mengatakan seperti instruksi Presiden RI saat Rakor di Sentul, potensi terjadinya inflasi salah satu penyumbang terbesarnya yakni bawang. Untuk itu pihaknya memilih bawang merah sebagai upaya inovasi untuk ditanam di Lamteng. Karena seluruh masyarakat di Indonesia membutuhkan bawang merah. “Selain itu kita juga memberikan edukasi kepada masyarakat bahwasannya bawang merah ini juga bisa dikembangkan di daerah kita (Lamteng), dan Lampung masih memungkinkan untuk dilakukan itu,” pungkasnya.
Letkol Inf Sihono menjelaskan bahwa yang paling mendesak sekarang yaitu saat menjelang hari raya idul Fitri kebutuhan bawang merah selalu meningkat yang mengakibatkan seolah-olah pemenuhan kebutuhan ini selalu kewalahan. “Dalam perhitungan waktu rata-rata panen 60 hari, berarti sekitar 2 Minggu Ramadan kita sudah panen. Dengan asumsi dari 1 ton bibit yang kita tanam bisa menghasilkan 10 ton bawang merah. InsyaAllah kita bisa membantu pemerintah daerah Lampung Tengah dalam memenuhi kebutuhan bawang merah dipasar dalam rangka menghadapi hari raya idul Fitri,” jelasnya.
Sihono menambahkan dalam proses penanaman bawang merah pihaknya selain melibatkan para anggota TNI Koramil Terbanggibesar, juga melibatkan masyarakat sekitar. Tujuannya sebagai edukasi bagaimana menanam bawang merah. Mereka yang terlibat tentunya akan belajar mulai dari penyiapan lahan sampai dengan pemanenan. “Masyarakat yang kami libatkan merupakan ibu-ibu rumah tangga yang kesehariannya di rumah. Sehingga dengan melibatkan mereka tentunya satu dua hari ini bisa membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan keluarga,” pungkasnya.
Pihaknya berharap, inovasi ini bisa berjalan dengan baik serta memberikan manfaat yang luar biasa kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Lamteng dalam rangka menjaga ketahanan pangan dan mengantisipasi Inflasi di Lamteng. (tka/rid)
