Radarlamteng.com, Semarang – Kunjungan kerja Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Pendidikan Agama Islam (PAI) Lampung Tengah (Lamteng) ke SDN 2 Srondol Kulon dan SMAN 3 Semarang pada (32/01/2023) lalu mendapat sambutan hangat dan meriah.
Atraksi penampilan dari performa murid-murid, seperti tari kreasi, tari Pelajar Pancasila dan tari tradisional daerah Semarang Geol Denok, mampu menyedot perhatian rombongan jajaran guru dan pengawas. Hal luar biasa ini hingga membuat hati para GPAI secara langsung memberikan apresiasi dengan bagi-bagi saweran uang kepada siswa yang menari. Dan suasana semakin bahagia dan bersemangat.
Perwakilan GPAI Lamteng Fathoni menyampaikan maksud dan tujuan studi tiru, di SDN 2 Srondol Kulon . Sementara di SMAN 3 Semarang diwakili Suwarno juga menyampaikan maksud yang serupa, yakni menjalin ukhuwah dan menggali informasi capaian prestasi dan kualitas SDM serta Manajemen Mutu Pendidikan di kedua sekolah.
Para GPAI Lamteng juga semangat dan antusias dalam dialog tentang pengembangan sekolah yang free alias gratis bagi siswa siswi, membuat penasaran para GPAI, yang mendapat tanggapan positif diberikan Kepala SDN 2 Srondol Kulon Toriyah,S.Pd, M.Si.
“Kami sangat memaksimalkan peran komite, paguyuban orang tua murid untuk bersama-sama mengembangkan minat dan bakat murid baik akademik maupun non akademik,” papar Toriyah.
Selain siswa, rombongan GPAI Lamteng juga mendapat sambutan hangat dari Kepala Dinas, Ketua Asosiasi Guru PAI (AGPAII) Kota Semarang dan juga ketua DPW AGPAII Provinsi Jawa Tengah Dr. Muhammad Ahsan, SAg, MM.
Pada kesempatan itu, Ahsan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Semarang sekaligus ketua AGPAI Provinsi Jawa Tengah memberikan penguatan bahwa GPAI merupakan insan pembelajar yang terus haus ilmu dan menebar dakwah kebaikan.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Semarang Yuana menyampaikan sekolahnya memiliki guru PAI terbaik yang menjadi guru berprestasi tingkat nasional pada tahun 2018 dan 2020. Dan ini menjadi modal dalam pengembangan kualitas dalam implementasi mutu pendidikan di lembaga satuan pendidikan.
” Sekolah selama ini menggerakan peran serta masyarakat juga terus digalakkan, seperti membangun masjid dengan estimasi biaya mencapai Rp 2 Milyar, dengan dana swadaya. Hal ini dengan memberdayakan kontribusi dari Alumni, dan mendapat sumbangan sejumlah 1, 7 Milyar.
Termasuk hibah dari Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri serta dari pejabat daerah serta alumni yang telah menjadi ASN yang tersebar di Indonesia dan terlahir dari sekolah ini,” paparnya.
Sementara itu, Warisno ketua Pokjawas Lamteng menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Kepala Kemenag Lamteng H. Farid Wajedi S. Ag., M. Kom dan H. Rohbussodri S. Ag. M. M yang seyogyanya akan mendampingi studi tiru, namun berhalangan untuk ikut.
“Tujuan studi tiru ini adalah untuk menambah wawasan guru dan pengawas PAI dalam menjalankan tupoksinya seiring dengan diberlakukannya Kurikulum Merdeka dan amanah kementerian agama untuk sosialisasi implementasi Moderasi Beragama serta kemajuan IPTEK, dan pada era Revolusi Industri 4.0 peran guru agama semakin strategis dan penuh tantangan,” urainya.
Rombongan GPAI Lamteng juga mengadakan observasi dengan berkeliling ke ruang-ruang kelas, ruang musik, kantin untuk mendapatkan aspirasi serta motivasi baru yang dapat dijadikan inspirasi.
Poin penting yang kedepannya dapat ditiru diantaranya, optimalisasi silaturahmi komunikasi dan kolaborasi peran alumni dalam peningkatan mutu sekolah. Selain itu, optimalisasi forum komunikasi kolaborasi peran wali murid dalam lomba kreasi inovasi kelas aman nyaman untuk KBM.
Tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas SDM GPAI melalui lomba guru berprestasi tingkat kabupaten. Ada juga pengembangan potensi peserta didik melalui pembelajaran berdiferensiasi dan Projek Profil Pelajar Pancasila serta ekstra kurikuler sesuai bakat minat siswa.(rls/sci/rid)
