Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Bupati Lampung Tengah (Lamteng) H. Musa Ahmad, sampaikan pernyataan terkait pemberitaan dugaan pelanggaran Protokol Kesehatan (Prokes) yang dilakukan oleh Wakil Bupati (Wabup) Lamteng, dr. Ardito Wijaya beberapa waktu lalu.

Pada pernyataan resminya, Musa Ahmad menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Lampung Tengah dan juga masyarakat di Provinsi Lampung atas beredarnya video dugaan pelanggaran prokes.

“Saya atas nama pribadi dan Pemkab Lamteng meminta maaf atas beredarnya video dugaan pelanggaran Prokes covid-19 oleh Wabup Lamteng beberapa waktu lalu,” ujar Musa.

Meski begitu, lanjut Musa , jika persoalan tersebut merupakan kekhilafan. Maka ia juga telah memberikan teguran secara lisan dan tertulis kepada wakilnya tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Musa Ahmad juga menyampaikan capaian yang telah diraih oleh Pemkab Lamteng terkait penanganan Covid-19.

“Jangan hanya kerena nila setitik rusak susu sebelanga. Bahwa selama ini, upaya pencegahan covid-19 di Lamteng telah dilakukan, di antaranya Lamteng sempat berada di zona kuning, dari sebelumnya zona merah,” jelasnya.

Ia menyampaikan, sejauh ini upaya pencegahan telah dilakukan antara lain dengan mendirikan posko covid-19 melalui Satuan Tugas (satgas) penangulangan dan penanganan covid-19 mulai dari tingkat kecamatan hingga dusun.

“Kami juga memberdayakan satgas di tingkat kabupaten, kecamatan hingga dusun. Memberikan vaksinasi kepada masyarakat ke 311 kampung dan kelurahan yang ada, itu merupakan upaya kita didalam menanggulangi pandemi covid yang hingga kini belum juga berahir,” ungkapnya.

Sebelumya, hal ini juga telah ditanggapi langsung oleh Wabup Lamteng Ardito Wijaya. Ia pun memberikan penjelasan terkait viralnya video dirinya bernyanyi pada pesta pernikahan dan menimbulkan kerumunan tanpa mengenakan masker.

Ardito mengakui pemberitaan yang ada dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas kelalaian yang telah dilakukannya.

”Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat atas kelalaian saya, semoga ke depan bisa memperbaiki diri jadi tidak terulang lagi, ” kata kader PKB ini.

Dia menjelaskan, dirinya tiba di lokasi acara pukul 17.30 WIB saat hampir semua tamu undangan sudah pulang. Di lokasi, katanya, acara sudah selesai, tinggal keluarga saja yang masih tersisa.

”Karena ada komunikasi saya akan tetap ke sana, jadi keluarga menunggu dan musik sudah mau usai dengan ditutup keluarga yang punya hajat untuk meminta saya memberikan satu tembang lagu,” ucapnya.

Kemudian, dia naik ke atas panggung dan menyumbangkan sebuah lagu. Karena tinggal keluarga, jadi dirinya turun dari panggung dan memberikan saweran.

“Karena tinggal keluarga, saya turun ke bawah. Itu jadi yang bisa disampaikan, tapi memang itu sebenarnya gambaran yang ada,” pungkasnya. (cw29/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *