Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Ketua DPRD Lampung Tengah, Sumarsono mengimbau para petani yang ada di Lamteng untuk mulai mencoba menanam padi gogo di lahan yang biasa ditanami singkong. Sebab, selain harga singkong yang jatuh, hasil panen padi gogo lebih menguntungkan dibanding tanaman singkong.
Sumarsono mengaku sebelum menyampaikan imbauannya, ia terlebih dahulu telah mencoba. Sejak empat bulan lalu, ia telah menanam padi gogo di lahan seluas satu hektar miliknya. Dengan luas tanam sekitar 3/4 ha, ia mengaku tak memerlukan modal yang besar. Varietas padi yang ditanamanya adalah MSP 13. Lebih-lebih, ia tak menggunakan obat-obatan kimia maupun pupuk kimia.
“Saya sudah mencoba di pekarangan dekat rumah dalam skala kecil. Ini saya coba di lahan yang lebih luas, kurang lebih lahan satu hektar, tetapi luas tanam sekitar 3/4 hektar, ” kata Sumarsono, Kamis (4/3/2021).
Selama ini, lanjutnya, masyarakat lebih senang menanam singkong di ladangnya. Padahal sebenarnya padi jenis gogo lebih menguntungkan. Menurut Sumarsono, bibit MSP 13 yang iagunakan tersebut merupakan buatan sendiri, pupuk dan obat juga dari bahan organik.
Sumarsono menjelaskan, dengan sistem gogo yang tak memerlukan lahan berair, bibit sendiri, dan pupuk maupun obat organik, petani hanya memerlukan biaya sekitar Rp 2 juta. Dengan perkiraan hasil sekitar 4 ton, petani bisa meraup belasan juta dalam empat bulan. Dibanding singkong, padi gogo jelas lebih menguntungkan.
“Biaya murah, dan untuk ukuran sistem gogo, hasilnya sudah bagus. Ini lahannya kering. Saya gunakan bibit buatan sendiri. Pupuk dan pestisida (obat) juga saya buat dari bahan organik, ” kata dia.
Sumarsono mengajak warga Lamteng mencoba apa yang telah ia lakukan ini di ladang mereka masing-masing. Petani tak boleh bergantung hanya pada tanaman singkong. Faktanya, hukum pasar berlaku. Jika barang di pasaran berlebih, harga pasti jatuh. Sementara pengusaha juga tak mungkin ditekan untuk menaikkan harga singkong. Apalagi jika impor tapioka terus berjalan, semakin jauh masyarakat menderita kalau terus bergantung pada singkong.
Diketahui Sumarsono memiliki kebun edukasi, yang menjadi tempat berkumpul dan belajar para petani dari berbagai tempat. Keberhasilannya membuktikan padi sistem gogo lebih menguntungkan dibanding singkong diharapkan mampu menginspirasi para petani untuk mulai beralih, mengaplikasikan sistem gogo dan sistem organik. (cw26/rid)
