Curah HujanTinggi, Harga Jahe di Pasar Simpangagung Naik

Radarlamteng.com, SEPUTIHAGUNG – Musim hujan menjadi salah satu penyebab terjadinya perubahan harga jahe merah.

Pasalnya salah satu bahan bumbu dapur ini tidak banyak berbuah ketika curah hujan tinggi. Ditambah daya butuh konsumsi terhadap jahe merah di masa pandemi Covid 19 ini terus meningkat.

Seperti yang terlihat di Pasar Kampung Simpangagung, Kecamatan Seputihagung, Lampung Tengah. Harga jahe merah ini sudah melaju naik di harga Rp50 ribu perkilogramnya dari harga sebelumnya Rp 35 ribu perkilogramnya. Kenaikannya mencapai Rp 15 ribu perkilogramnya.

Wagini ( 45 )  salah satu pedagang di pasar setempat saat ditemui Kamis (25/3/2021) mengatakan, kenaikan harga jahe merah selalu ada kenaikan saat musim hujan.

“Banyak orang membeli jahe untuk keperluan bumbu rempah dan digunakan dalam bentuk minuman hangat untuk tubuh, agar mencegah dari virus Corona, sehingga harganya naik. Selain hal itu jahe juga banyak dicari sebagai pelengkap bumbu dibulan puasa dan lebaran,” paparnya.

Sementara itu Maysaroh (30) mengeluhkan naiknya harga jahe. “Sekarang ini ekonomi sedang sulit, tapi harga kebutuhan justru banyak mengalami kenaikan, kami sampai bingung mengatur uang untuk belanja kebutuhan pokok untuk makanan,” ungkap Ibu muda. (sci/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *