Ketua MKKS SMK Lamteng Ali Rosad S.Pd : Jelang Uji Kompetensi, Tahap Praktek Mulai Dilaksanakan

Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR- Menjelang uji kompetensi dan kegiatan persiapan untuk praktek kerja industri (prakerin), siswa SMK di Lamteng mulai masuk dengan tahapan sistim ganjil genap.

Hal itu dikatakan Ketua MKKS SMK Lamteng, Ali Rosad. Ia menjelaskan, untuk yang praktek, siswa mulai menjalani kegiatan disekolah. Namun, untuk yang normatif/adaptif seperti matematika dan lainnya masih dilaksanakan secara daring.

“Itu harus dilaksanakan secara langsung jika praktek. Misal belajar nyetir, atau ngelas. Kan tidak mungkin dilaksanakan secara daring. Sebab, dalam 2 sampai 3 bulan kedepan siswa akan menghadapi ujian kompetensi dan prakerin,” jelas Ali Rosad yang juga menjabat kepala SMK N 2 Terbanggibesar.

Untuk kegiatan siswa yang praktek, sekolah telah menjalani mulai tanggal 7 Januari lalu. Pihak sekolah juga tetap harus menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan lainnya. Selain itu sekolah juga bisa menggunakan metode ganjil genap. Artinya dalam seminggu dibagi dua sesi, khusus untuk yang praktek.

“Sesuai dengan SKB 4 Menteri ya. Esensinya SKB empat menteri ini berikan kewenangan pada pemerintah daerah untuk perlahan-lahan mengutamakan protokol kesehatan dalam pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

Terlepas itu, Ali Rosad juga mengungkapkan permasalahan gaji tenaga honorer disetiap sekolah yang sampai saat ini masih menjadi masalah terkait adanya keterlambatan pembayaran.

“Ya, itu juga masih menjadi kendala disetiap sekolah, dimana tenaga honorer yang sudah dan belum terdaftar NUPTK mengalami keterlambatan gaji. Meski dari dana BOS telah dianggarkan namun masih belum mencukupi. Mengingat jumlah tenaga honor ditiap sekolah berkisar 60 sampai 80 persen,” jelasnya.

Ia berharap peran serta orangtua siswa melalui komite dapat membantu mengatasi permasalah tersebut.

“Sekolah, komite dan orangtua siswa harus tetap bersinergi dalam menunjang pembelajaran siswa sekolah. Meski peran serta masyarakat untuk pendidikan (PSMP) dimasa Pandemi Covid-19 menurun. Namun hal tersebut menjadi tanggungjawab bersama dengan tujuan untuk kebaikan bersama,” pungkasnya. (cw25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *