Begini Sistem Pendidikan di Ponpes Darul Ulum Seputihbanyak

Radarlamteng.com, SEPUTIHBANYAK – Berdiri sejak 1992, Ponpes Darul Ulum Kecamatan Seputihbanyak, Lampung Tengah (Lamteng) terus menunjukan eksistensinya dalam mencerdaskan anak bangsa, khususnya di bidang ilmu agama.

Ponpes asuhan Kiai Fathul Mujib yang berlokasi di Kampung Tanjungharapan itu, saat ini mengasuh lebih dari 1.300 an santri dari berbagai daerah di Indonesia. Diantaranya Sumatera dan Jawa.

Berlandaskan salafiyyah, lembaga pendidikan Islami ini telah mencetak ratusan alumni, beberapa diantaranya telah mendirikan ponpes di sejumlah daerah di Lampung.

Kesuksesan dalam mengasuh ponpes tersebut tidak lepas dari sistem pendidikan di dalam pondok yang cukup baik, sesuai dengan visi dan misinya.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua 2 Ponpes Putra, Zainal Arifin sekaligus menjawab pemberitaan di salah satu media online yang menyatakan bahwa masyarakat sekitar ponpes mempertanyakan sistem pendidikan yang berlaku.

“Dalam berita itu dikatakan bahwa masyarakat mempertanyakan pola pendidikan di ponpes kami yang terkesan tidak baik. Yang kami pertanyakan dalam berita itu masyarakat yang mana. Bisa jadi hanya dari oknum masyarakat tertentu atau salah satu pihak saja. Sedangkan dalam kenyataannya kami memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar ponpes,” kata Arifin, Selasa (12/1/2021).

Menurut Arifin, berita yang beredar itu tidak benar. Karena tidak melihat secara langsung sistem pendidikan di Ponpes Darul Ulum.

“Itu menurut kami tidak benar. Karena kita sudah memiliki sistem pendidikan yang tertata. Dalam arti sudah sesuai dengan standar pendidikan di ponpes lainnya. Sowan kepada masyarakat sekitar yang sering kami lakukan sampai saat ini responnya juga tidak ada masalah. Mereka bahkan mendukung adanya ponpes ini,” ujarnya.

Bukti adanya hubungan baik dengan warga, bisa dilihat dari antusias masyarakat dalam mengikuti pengajian rutin dalam setiap minggunya di Ponpes Darul Ulum.

“Bahkan dari luar Kecamatan Seputihbanyak pun tidak sedikit yang turut aktif mengikuti pengajian bersama Abah Yai (Kiai Fathul Mujib). Termasuk jamaah wanita juga punya jadwal aktif pengajian bersama Ibu Yai (Zumrotush Sholihah) dalam setiap minggunya,” katanya.

Lebih jauh dia menguraikan terkait sistem pendidikan di Ponpes Darul Ulum Seputihbanyak. Dimana, setiap santri harus taat pada aturan yang berlaku.

Diantaranya mengaji dan sekolah sampai tamat, salat berjamaah, berpakaian rapi dan sopan, berbicara baik dan sopan, turut mengikuti kegiatan-kegiatan sosial, serta menjaga kebersihan di dalam dan nama baik di luar pondok.

Selain aturan, santri juga diberikan sejumlah larangan. Seperti membawa HP, baik santri putra dan putri tidak boleh berinteraksi, keluar ponpes saat malam tanpa izin, membuat gaduh di dalam ponpes, serta masuk asrama lain tanpa izin.

“Jadi itu sebagaian dari aturan dan larangan yang wajib dipatuhi semua santri. Jikapun ada santri yang mbandel tentu akan diberikan teguran dari pihak pengasuh,” jelasnya.

Selama awal pendirian sampai saat ini, Ponpes Darul Ulum Seputihbanyak telah memiliki tujuh unit pendidikan. Yakni RTQ Darul Falah, Madrasah Istidadiyyah, MI Darul Falah, MTs Darul Falah, MA Darul Falah, Majelis Musyawarah Darul Falah, dan Tarbiyatusshibyan.

Selain itu ada beberapa kegiatan ekstra kurikuler. Diantaranya dakwah, pembinaan guru RTQ, kaderisasi, seni baca Alquran, kaligrafi, manajemen administrasi, seni dan olahraga. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *