Alm Basur di Mata Sumarsono; Beliau Guru bagi Kader PDI Perjuangan Lamteng

Radarlamteng.com, GUNJNGSUGIH – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan, kehilangan sosok Bambang Suryadi sebagai pemimpin sekaligus guru yang selama ini terus mengayomi para kader PDI Perjuangan di Lampung Tengah.

Hal tersebut disampaikan oleh Sumarsono yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Lampung Tengah. Ia menjelaskan bahwa Bambang Suryadi merupakan panutan bagi para kader PDI Perjuangan Lamteng. Sebab ia benar-benar berjuang dari bawah, dari pengurus ranting, kecamatan, dan kabupaten. Ia juga merintis karir politiknya mulai dari anggota DPRD Kabupaten selama dua periode, lalu Provinsi hingga melenggang ke Senayan pada Pileg 2019 lalu.

Lanjut, Sumarsono, almarhum sempat berwasiat agar jasadnya dimakamkan di Lampung Tengah, keluarga beliau maupun saudara seperjuangan di pertai sangat setuju. Sampai akhirnya almarhum di makamkan di tanah pribadi miliknya yang berlokasi di Kampung Nambah Dadi Kecamatan Terbanggibesar.

“Semasa hidupnya, mas Bambang sempat meminta separuh tanah tersebut karena ingin membangun rumah aspirasi. Permintaan itu, ia ajukan sampai empat kali. Mengingat hal itu, lalu saya mengusulkan kepada keluarga supaya di makamkan di tanah itu. Keluarga setuju, walau sempat ada penolakan dari warga, setelah di beri penjelasan akhirnya semua setuju,” paparnya, (5/01/2021).

Sebagai kader penjuang PDI Perjuangan Lampung Tengah yang telah mengasah para kader, mangasuh dan membesarkan partai, ada keinginan memakamkan almarhum di dekat kantor DPC PDI Perjuangan di Kelurahan Seputih Jaya, Gunung Sugih. Namun lokasinya dekat dengan pemukiman warga, sehingga tidak bisa di laksanakan.

“Peran almarhum sangat besar. Setelah jadi anggota DPR RI juga sering turun kebawah membawa program pembangunan. Jadi semula ingin di dekat kantor DPC. Tapi terlalu dekat dengan pemukiman warga, maka tidak jadi,” imbuhnya.

Ia berharap, seluruh kader PDIP Lamteng mengikuti langkah dan perjuangan Bambang Suryadi, yang terus maju karena memiliki kemampuan dan pemahaman yang baik mengenai partai dan jalan perjuangannya.

“Almarhum mampu menjelaskan Tri sakti, Pancasila, pikiran-pikiran Bung Karno. Itu yang harus ditiru para kader, pemahaman yang baik, langkah-langkah yang tepat dalam memperjuangkan dan mewujudkan tujuan partai,” pungkasnya. (cw26/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *