Debat Publik soal Covid-19 dan Narkoba, Begini Strategi Nessy-Imam

Radarlamteng.com, BANDARJAYA – Debat Publik Calon Bupati Dan Wakil Bupati Lampung Tengah digelar pada Jumat (4/12/2020) malam di Ballroom BBC Hotel Lampung, Bandarjaya.

Debat dihadiri ketiga pasangan calon. Yakni nomor urut 01 Loekman Djoyosoemarto-M Ilyas Hayani Muda dan nomor urut 02 Musa Ahmad-Ardito Wijaya serta nomor urut 03 Nessy Kalviya-Imam Suhadi. Debat mengusung tema kebijakan strategis dalam pencegahan Covid 19 dan narkoba.

Pasangan Nessy Kalviya dan Imam Suhadi menegaskan bahwa Covid 19 dan Narkoba adalah dua jenis penyakit yang harus diperangi. “Miris dengan kondisi pemakaian narkoba dari keluarga, wanita hingga pemuda dan masyarakat lapisan luas. Pencegahan dapat dimulai dari peran seorang ibu, yang memberikan perhatian besar dari keluarga. Demi membantu masyarakat pengguna narkoba kami akan membuat ruang rehabilitasi Bersinar yang didalamnya juga disertai pembinaan mental dari ulama bagi pemakai narkoba serta keluarga,” kata Nessy.

Kemudian, lanjutnya, perlu dibentuk satgas narkoba dari pemuda disertai rasa pedulinya pemerintah. “Jika dipercaya memimpin kita akan beri bantuan Rp 20 Juta per kampung dan kelurahan untuk alokasi pemuda,  diharapkan akan menjadi relugasi peran aktif dan positif sehingga dapat terhindar dari pengaruh narkoba,” papar Nessy lugas.

Guna memerangi Covid 19 di masa pandemi yang melanda seluruh penjuru dunia, Nessy-Imam secara intens melakukan kordinasi Satgas Covid 19 dari TNI, Polri dan semua elemen masyarakat. Imam Suhadi mengutarakan penerapan pola hidup sehat adalah cermin hidup bersih sebagai bagian dari iman.

“Dengan penerapan protap protokol kesehatan secara ketat dari diri sendiri dengan 3 M dimanapun dan kapanpun. Kami akan membangun Laboratorium Mandiri dalam membantu masyarakat melakukan test Covid 19 supaya tidak terlalu lama menunggu hasil test,” kata Imam.

Menanggapi pertanyaan kandidat Nomor urut 01 dan 02 Nessy-Imam memaparkan, pencegahan narkoba, perlu perhatian untuk menunjang peran aktif pemuda. “Kami merelokasikan dana Rp 20 juta per kampung dan per kelurahan, sehingga pemuda dapat menggunakan dana untuk modal dan usaha sehingga terhindar dari bahaya narkoba yang merusak generasi bangsa,” jelasnya.

Imam menambahkan, penyebaran Covid 19 yang merajalela didunia pendidikan sampai kepondok pesantren sebagai salah satu aset bangsa saat ini perlu perhatian dari jajaran kesehatan dan semua ini masih harus diperhatikan.

“Disamping untuk dicegah dengan penerapan pola hidup bersih disertai iman maka akan mampu mencegah Covid 19 yang kuncinya dimulai dari diri kita sendiri, selain juga penting atas pemantauan pusat-pusat keramaian sebagai central penyebaran Covid 19,” ujarnya.(sci/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *