LPA Lamteng akan Dampingi Korban Pencabulan di Pasar Seputihmataram


Radarlmteng.com, GUNUNGSUGIH – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lampung Tengah, memberikan pendampingan terhadap N (17) warga Kecamatan Seputihmataram yang diduga menjadi korban pencabulan setelah dicekoki minuman keras oleh pelaku berinisial R yang saat ini diamankan di mapolsek setempat.

Pada 27 September 2020, N ditemukan oleh scurity Pasar Merapi Seputihmataram tergeletak di depan ruko, dalam kondisi tak sadarkan diri.
Ketua LPA Lamteng, Eko Yuono menjelaskan bahwa N diajak oleh rekanya D untuk nonton pagelaran kesenian kuda lumping, saat berada di lokasi pagelaran N di telpon oleh R untuk datang ke belakang pasar Merapi. Setibanya di sana N disuguhi minuman keras.

“Saat korban sedang nonton kuda lumping, saat itu juga pelaku menelfon korban meminta untuk datang ke belakang pasar merapi, untuk ngobrol. Setibanya di sana, sudah ada dua rekan R yang ikut berkumpul, selanjutnya N disuguhi minuman keras. Korban tidak tahu kalau dia meminum-minuman beralkohol (tuak dioplos anggur merah), lalu korban merasa pusing karena minum lebih dari satu gelas,” terang Eko, Selasa (6/10/2020).

Setelah mengetahui korban sudah mulai mabuk, pelaku mengajak korban untuk jalan-jalan ke arah Lapangan Kampung Onoharjo. Sesampainya di situ korban mulai dicabuli oleh pelaku. 

“Korban berusaha meronta, tapi apa daya. Setelah itu korban diajak ke rumah kosong. Karena waktu sudah sore lalu korban mau diantar pulang. Korban di temukan oleh warga sudah tergeletak di Pasar Merapi. Setelah diintrogasi korban masih dalam kondisi mabuk tak sadarkan diri. Dari hasil interogasi ada tindakan pencabulan,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, LPA Lamteng, sudah melakukan asesmen, pembandingan dan memberikan sedikit bantuan kepada anak supaya teraumanya pulih. “Pelaku memang sudah berniat untuk memberikan minuman keras itu kepada korban. Korban belum sempat disetubuhi,” terangnya.

Ia meminta kepada pihak kepolisian untuk menekan peredaran minuman keras. Menurutnya, kasus N menjadi kasus ke 9 yang ditemukan LPA di Lamteng. “Harus ada inovasi dari pihak kepolisian. Supaya peredaran minuman keras bisa lebih ditertibkan. Seperti merazia lapo-lapo tuak sehingga kejadian semacam ini tidak terjadi lagi,” pungkas Eko. (cw26/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *