Kasus Covid-19 Melonjak, Siswa Lamteng Kembali Belajar Daring

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di Lampung Tengah yang berlaku pada pertengahan Agustus 2020 lalu dihentikan.

Ya, mulai hari ini, Selasa 15 September 2020 KBM bagi siswa-siswi jenjang PAUD hingga SMP di Lampung Tengah kembali dilakukan secara daring.

Kebijakan tersebut menyikapi terjadinya lonjakan kasus konfirmasi Covid-19 di Lamteng akhir-akhir ini saat adaptasi kebiasaan baru. Sebelumnya tercatat 36 kasus, per 13 September menjadi 60 kasus.

“Iya Mas, benar (kembali daring). Dimulai per hari ini, tanggal 15 September,” kata Kabiddikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamteng Dr. Nur Rohman, SE., M.Sos.I., Selasa (15/9/2020).

Dikatakan Nur Rohman bahwa belum ada batas waktu KBM daring selesai. “Keputusan siswa kembali diperbolehkan belajar tatap muka sampai ada putusan bahwa wilaya kita aman untuk proses pembelajaran tatap muka,” jelasnya.

Menurut Nur Rohman, kebijakan yang diambil saat ini sebagai antisipasi terdalam dari para pemangku kepentingan. “Pada intinya jangan sampai ada institusi pendidikan sebagai kluster baru penyebaran Covid-19,” katanya.

Sedangkan Bupati Loekman Djoyosoemarto menyatakan dari 28 kecamatan di Lamteng, ada lima kecamatan masuk zona merah.

“Lima kecamatan masuk zona merah. Yakni Terbanggibesar, Seputihagung, Bandarmataram, Pubian, dan Gunungsugih. Gelombang kedua peningkatan kasus Covid-19 akan lebih dahsyat,” katanya.

Terkait itu, kebijakan KBM tatap muka yang dihentikan tidak hanya yang berada di zona merah.

“Nggak hanya di lima kecamatan yang zona merah. Semua kecamatan di Lamteng, kita hentikan KBM tatap muka. Kembali belajar daring,” ungkapnya. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *