Pulang Kampung, Iptu Muhlisin Siap Mengabdi untuk Lampung

Radarlamteng.com, BANDARMATARAM – Hampir 30 tahun bertugas di wilayah hukum Polda Jawa Barat, Iptu Muhlisin akhirnya “pulang kampung” ke daerah kelahirannya, Provinsi Lampung.

Ya, berdasarkan Surat Telegram Kapolri baru-baru ini, dia dimutasi dalam jabatan baru. Yakni sebagai Panit I Unit III Subdit I Direskrimum Polda Lampung.

Perwira pertama (pama) yang lahir di Kampung Mataramudik, Kecamatan Bandarmataram, Lampung Tengah pada tahun 1970 ini mengaku siap mengabdi untuk daerah kelahirannya.

“Sebagai seorang anggota Polri, tentu saya siap ditempatkan di mana saja. Apalagi sekarang saya ditugaskan di Lampung sebagai tanah kelahiran saya, sudah pasti saya akan mengabdi dengan sepenuhnya di provinsi ini,” kata ayah dua anak ini kepada radarlamteng.com, Senin (6/4/2020).

Dirinyapun mengungkapkan alasan pindah ke daerah berjuluk Sang Bumi Ruwa Jurai. “Tugas di Lampung adalah pulang kampung. Sekali lagi, saya ingin mengabdikan diri di tanah kelahiran,” tegasnya.

Berdasarkan catatan selama di Jawa Barat, sejumlah perstasi dalam memberantas kejahatan telah diraih Iptu Muhlisin. Diantaranya saat bertugas sebagai Kanit Buser Polres Sukabumi, bersama tim dia berhasil membongkar sindikat pembuat Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu pada Maret tahun 2018.

Kemudian, pada Juni tahun 2019 saat menjabat sebagai Kanit Jatanras Polres Sukabumi, dia membongkar praktik penipuan dengan modus penggandaan uang.

Tidak hanya itu, saat menjabat Kanit Opsnal Polres Sukabumi, Iptu Muhlisin juga pernah mengungkap pembunuhan bocah berusia 5 tahun yang dilakukan oleh ibu angkatnya di Desa Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi pada 22 September 2019.

Selain di Polres Sukabumi, Iptu Muhlisin juga berhasil meraih penghargaan dari Kapolres Subang saat itu, AKBP Harry Kurniawan saat menjadi Kanit Buser Polres Subang tahun 2015.

Penghargaan diberikan kepada 11 personel atas keberhasilan tim dalam mengungkap para pelaku kasus curanmor, curas dan curat di wilayah hukum setempat.

Menurut Mukhlisin keberhasilan sebuah tim dalam mengungkap kasus didasari semangat besar dan kekompakan. Dikatakan dia, para pelaku kejahatan mengintai setiap saat.

Karena itu, masyarakat harus waspada. “Jangan segan-segan, kalau ada kejadian di tengah masyarakat untuk melapor kepada kami,” pungkas Mukhlisin di akhir wawancara. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *