Kasus Pembunuhan Agus Khaidir Terungkap, Pelaku Utama Seorang Tunawicara

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Tersangka pembunuhan terhadap korban Agus Khaidir (55) yang mayatnya ditemukan warga Kampung Bumiratu Kecamatan Bumiratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah pada Senin (20/01/2019) lalu terungkap.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan empat tersangka. Satu diantaranya yang merupakan pelaku utamanya mengalami tunawicara.

Kapolres Lampung Tengah, AKBP I Made Rasma menerangkan bahwa dari hasil penyelidikan lanjutan yang dilakukan oleh jajaran Polres Lampung Tengah dan Polsek Gunungsugih yang di Beckup langsung oleh Jatanras Polda Lampung, menangkap RH warga Kecamatan Untungsuropati Kota Bandarlampung, Sabtu (8/2/2020) dini hari.

“RH adalah pelaku utama. Kami sempat kesulitan karena pelaku tunawicara. Sehingga kami menghubungi ahli bahasa isyarat. Selanjutnya kami menemukan barang bukti kendaraan sepeda motor milik korban yang sudah dijual oleh pelaku RH,” ujar kapolres.

Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan pengembangan guna menangkap penadah barang hasil kejahatan dalam kasus ini. Pengembangan terus dilakukan dan polisi kembali menangkap FJ selaku penadah dan RS serta HJ sebagai perantara penjualan hasil kejahatan.

“Hasil kejahatan yakni satu unit kendaraan roda dua telah dijual kepada FJ dengan harga Rp1,6 juta. Pada saat melakukan penjualan kendaraan hasil kejahatan ini, RH dibantu oleh RS yang diberi upah Rp 50 ribu dan HJ diberi upah Rp100 ribu,” terang kapolres.

Ia menerangkan, bahwa kronologi kejadiannya pada 15 Januari 2020 pukul 16.30 WIB, RH meminta diantarkan oleh korban Agus Khaidir yang juga berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan, menuju Kecamatan Bumiratu Nuban. Kemudian dalam perjalanan itu, muncul niat dari pelaku untuk menguasai kendaraan korban.

“Pada saat korban mengantarkan pelaku ke tempat tujuan, dalam perjalananya pelaku memiliki niat untuk menguasai kendaraan korban. Korban dianiaya oleh pelaku, ditusuk dari belakang di bagian punggung dan leher depan. Setelah terjatuh, korban lalu diseret ke semak-semak kebun sawit,” jelasnya.

Kapolres menegaskan, pada saat jasad korban yang merupakan ASN di Bandarlampung itu ditemukan oleh warga 2 Januari 2020 lalu, kondisinya sudah membusuk dan organ tubuh pada bagian tangan kanan korban di temukan warga terpisah dari jasad korban.

“Dipastikan bukan mutilasi, dan juga tidak ada unsur dendam antara korban dan pelaku. Murni pelaku ingin menguasai kendaraan korban,” teganya.

Keempat pelaku, saat ini berada di Mapolres Lampung Tengah, FJ, RS dan HJ dijerat dengan Pasal 480. Lalu RH di jerat pasal 340 dan 338 dengan ancaman hukuman mati dan ancaman pidana seumur hidup. (cw26/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *