Muncul Dua Rekom Capim dari Golkar, Paripurna DPRD Lamteng Sempat Gaduh

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH- Rapat Paripurna tentang Penyampaian Nota Pengantar rancangan KUA dan PPAS DPRD Lampung Tengah pada Rabu (30/10/2019), sempat diwarnai kegaduhan. Hal tersebut terjadi, lantaran anggota Fraksi Partai Golkar yang sempat ngotot kepada pimpinan rapat untuk membacakan surat masuk dari Golkar perihal rekom calon pimpinan Wakil Ketua I DPRD Lamteng.

Dalam rapat paripurna, Agus Swandi dan Husnul Huda dari Fraksi Golkar awalnya bersikukuh meminta pimpinan rapat untuk segera membacakan surat masuk calon pimpinan dari partai Golkar atas nama Yulius Heri Susanto. Lalu keduanya bisa legowo, meski pimpinan tidak membacakan surat masuk, lantaran adanya dua rekom ganda dari Golkar untuk jabatan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Lampung Tengah, Sumarsono yang menjadi pimpinan rapat menyatakan bahwa ada dua nama yang muncul dari Golkar untuk diajukan menjadi calon pimpinan dalam jabatan wakil ketua I. Yakni Yulius Heri Susanto yang surat masuknya ditandatangani oleh Korbid Kepartaian DPP Partai Golkar Ibnu Munzir dan Sekjen Lodewijk Freidrich. Lalu ada lagi atas nama I Nyoman Suryana yang di tandatangani oleh Ketua DPP Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk Freidrich.

“Ada surat dua surat untuk rekom capim Waka I DPRD Lamteng, satu atasnama Yulius Heri ditandatangani Korbid dan sekjen, satu lagi punya Pak I Nyoman Suryana yang ditandatangi Ketum Partai Golkar dan Sekjen, yang baru dikirim melalui WhatsApp,” ujar Sumarsono.

Maka dari itu, DPRD Lampung Tengah, akan mengirimkan surat kepada DPD I Partai Golkar untuk mengklarifikasi adanya rekom ganda ini. “Harus kita cek kebenaranya. Jika perlu sekwan langsung ke DPP Partai Golkar untuk bertanya nama yang benar-benar ditunjuk,” terangnya.

Ia menegaskan, ini terkait rumah tangga internal partai Golkar, DPRD Lamteng sifatnya untuk menjelaskan mekanisme yang ada, melakukan klarifikasi guna memastikan kebenaran antara surat yang ditandatangani oleh Korbid dan Sekjen lalu Ketum partai dan Sekjen.

“Kita ini hanya mengklarifikasi. Sebab, ini kan internal mereka (partai Golkar). Kita nunggu saja, sesuai aturan, kita tertib administrasi dan ikut prosedur,” paparnya.

Sementara I Nyoman Suryana mengaku tidak mengerti persolan adanya dua surat keputusan ini. “Ini kan dari pusat. Saya juga komunikasi ke DPP Partai Golkar, pertama dikirim daftar bagi seluruh calon dari Partai Golkar se-Indonesia. Di situ muncul nama saya, tidak ada nama Yulius Heri Susanto,” terang politisi Senior Golkar Lampung Tengah ini.

Ia menerangkan, bahwa SK capim atas namanya, ditandatangi oleh Ketum partai dan Sekjen. “Saya tanya lagi, bukti fisiknya dikirim WhatsApp dulu. Lalu WhatsApp dikirim surat saya itu yang langsun tandatangan ketua umum dan sekjen. Dalam hal ini, saya tak bersikukuh. Saya hanya melapor terhadap ketua DPRD. Saya kirim daftar dan suratnya,” imbuhnya. (cw26/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *