Diberitakan Bekingi Oknum Lurah, TSJ Merasa Difitnah

Radarlamteng.com, TRIMURJO – Anggota DPRD Lampung Tengah (Lamteng) TSJ merasa difitnah atas pemberitaan oleh salah satu media online di Lampung yang mencatut namanya.

Dijelaskan TSJ, sapaan akrabnya, bahwa pada 24 Oktober 2019, media yang dimaksud mempublikasikan berita dengan judul, “Oknum Mantan Lurah Adipuro Diduga Gelapkan Uang Pajak dan Operasional Kantor Selama Lima Tahun.

”Dalam berita tersebut, kata TSJ, telah mencatut namanya. “Dalam pemberitaan tersebut tertulis bahwa saya membekingi oknum mantan lurah yang diduga menggelapkan dana uang pajak dan operasional kantor selama lima tahun,” ujar TSJ, Jumat (25/10/2019).

Menurut dia, hal tersebut telah merugikannya, baik sebagai pribadi maupun sebagai Anggota DPRD Lampung Tengah. “Saya sangat menyayangkan tindakan media online itu yang memuat pemberitaan tanpa mengkonfirmasi atau mengklarifikasi kepada saya,” sesalnya.

TSJ menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membekingi atau melindungi seseorang atau sekelompok orang yang bersalah. Karena dia menyadari sebagai wakil rakyat harus mengedepankan pelayanan terhadap masyarakat.

“Namun apabila masyarakat Lampung Tengah terdzalimi, TSJ akan berada di garda terdepan untuk membela dan memperjuangkan hak-hak dari masyarakat,” tegasnya.

TSJ menambahkan bahwasanya namanya sudah melekat di DPRD Lampung Tengah. Bahkan sudah diketahui oleh masyarakat luas. Karena itu, TSJ meminta kepada tokoh masyarakat yang disebut dalam pemberitaan media online itu untuk meminta maaf terkait pemberitaan atau sumber informasi yang tidak benar dan tidak mendasar selama tiga hari berturut-turut.

“Saya sangat suka dengan kritik yang membangun. Sebagai pejabat negara, saya tidak pernah menghalangi kritik. Akan tetapi saya tidak menerima apabila difitnah. Seperti dipemberitaan media online itu ada anggota dewan yang membekingi atau melindungi orang yang bersalah,” paparnya.

Terkait pemberitaan tersebut pihaknya akan menempuh upaya hukum yang dinilai telah memenuhi unsur sebagai pencemaran nama baik. “Hal ini agar tidak ada oknum atau orang tidak asal bicara tanpa dasar yang jelas. Siapapun orangnya,” pungkasnya. (cw29/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *