Camat Anaktuha Monitoring Pembangunan ADD Tahun 2018

Radarlamteng.com, Anak Tuha – Dengan disahkannya undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa menjadikan kampung sebagai unsur yang sangat penting dalam proses pembangunan bangsa. Sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah, kampung berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat.
Undang-undang tersebut juga mengamanahkan kepada kampung anggaran pembangunan yang besar.

Kampung dapat membiayai pembangunan, khususnya fisik atau infrastruktur kampung dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan bantuan keuangan baik yang bersumber dari APBD kabupaten maupun provinsi.

Dengan banyaknya anggaran yang dimiliki ini, kampung perlu memiliki manajemen yang baik dan perlu pendampingan. Khususnya dari Kecamatan. Dalam rangka pendampingan pembangunan kampung ini, Camat Anaktuha, Agoeng Karsa Jiwa, S.H, M.KN, selalu memonitoring pelaksanaan pembangunnan. Khususnya yang ada di 12 kampung.

Kali ini bersama Sekretaris Camat (Sekcam) Yasmid Syarnubi, S.Pd, M.SI, dan pendamping kecamatan turun langsung ke lapangan. Seperti yang dilaksanakan pada Jumat (9/11) bersama Kepala Kampung (Kakam) Negara Aji Baru dan Negara Bumi Udik, Kecamatan Anaktuha, Lampung Tengah (Lamteng), Sekretaris Kampung (Sekkam), TPK untuk memantau langsung hasil pembangunan yang dilaksanakan kampung.

”Tahun 2018 ini, kami melakukan monitoring pembangunan yang didanai dari ADD. Dengan tujuan untuk lebih mengsingkronisasikan anggaran dan pekerjaan yang ada dilapangan dan kecamatan tentunya. Selain itu juga, bertujuan untuk melihat sejauh mana realisasi di lapangan terkait kegiatan dana yang telah disalurkan,” jelas Agoeng.

Program ini memang sangat membantu, yang jelas pembangunan yang berskala kecil tidak harus menunggu penganggaran seperti dari PU, dapat dilakukan di kampung dan langsung dibangun oleh TPK diawasi oleh masyarakat dimasing-masing kampung. Agoeng berharap, masing-masing kampung bisa lebih baik lagi kedepan. Pekerjaan yang bagus harus ditingkatkan, terutama pekerjaan fisik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

”Melalui monitoring ini saya berharap, pembangunan dikampung yang belum selesai atau masih sekitar 80 persen segera diselesaikan. Terakhir tim langsung meninjau pembangunan jalan onderlagh, jalan lapen, TPT, drainase dan lain sebagainya,” pungkas Agoeng, kepada Radar Lamteng, Jumat (9/11).(win)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *