Akibat Kekeringan, Puluhan Ha Padi di Kalirejo Terancam Gagal Panen

RADARLAMTENG.COM, KALIREJO – Kurang lebih sebanyak 150 hektare (Ha) tanaman padi sawah yang ada di beberapa kampung di Kecamatan Kalirejo, khususnya Kampung Wayakrui dan Kampung Kalirejo, terancam gagal panen akibat karena kekeringan. Karena sejak beberapa bulan terakhir tidak pernah turun hujan.

Ini disampaikan oleh Hi. Mujiyo,S.P., Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Kalirejo. Dikatakannya bahwa total
tanaman padi sawah di Kecamatan Kalirejo pada musim tanam ini yaitu seluas 1.184 Ha. Kemudian 150 hektar diantaranya saat ini terancam kekurangan air.

Hal itu dikarenakan, petani pemilik sawah tersebut terlambat dalam melaksanakan tanam padi. Sehingga tertumbur dengan musim kemarau, yang mengakibatkan tanaman kekurangan air. Sedangkan
secara umum untuk Kecamatan Kalirejo, sebagian besar sudah memanen tanaman padi di sawahnya.

“Memang beberapa areal tanaman padi sawah di Kecamatan Kalirejo akan terancam kekurangan air, yaitu kurang lebih seluas 150 Hektare, hal dikarenakan terlambat dalam melakukan tanam. Dari luasan itu tiga puluh persennya terancam gagal panen jika dalam beberapa minggu kedepan tidak tertolong hujan, karena memang jauh dari sumber air,” jelasnya, Kamis (30/8/2018).

Masih dikatakannya bahwa untuk program tanaman pangan, yang masih menjadi unggulan afdalah program Pajale (Padi, Jagung, Kedelai). Oleh karenanya, pihaknya menyarankan agar pada musim tanam mendatang sebelum memasuki musim rendeng, petani dapat membudidayakan tanaman jagung ataupun kedelai.

Menurutnya, potensi tanaman jagung dan kedelai untuk wilayah Kecamatan Kalirejo, kurang lebih seluas 340 hektare, baik lahan sawah maupun lahan kering. Dikatakan juga bahwa tanaman khususnya kedelai merupakan salah satu tanaman yang cukup menguntungkan.

Hal itu juga sesuai dengan program tanam yang dianjurkan, yaitu Padi-Padi-Palawija (Padi-Padi-Kedelai). Sebab,
tanaman kedelai selain berumur pendek juga memiliki pasar yang baik, dimana hasil produksi tanaman kedelai lokal mempunyai harga yang lebih mahal dari pada kedelai impor. (den)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *