Puskesmas Bangunrejo Lakukan Fogging

Radarlamteng.com, BANGUNREJO- Guna mencegah bertambahnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Bangunrejo, Lampung Tengah (Lamteng), Kepala UPT Puskesmas kecamatan setempat melakukan pengasapan atau fogging di Dusun IX, Kampung Bangunrejo, Senin (25/2) lalu.
Kepala UPT Puskesmas Bangunrejo, H. Eko Priyo Yuono, S.KM mengatakan fogging yang dilakukan itu menyusul adanya kasus DBD yang menyerang satu warga setempat.

”Fogging itu dalam upaya mencegah berkembangnya dan memberantas sarang nyamuk dewasa. Dimana, fogging itu dilakukan mulai radius 100 meter dari rumah pasien DBD itu,” kata Eko, kepada Radar Lamteng, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (27/2) .

Eko mengaku, pengasapan itu bukan solusi paling utama dalam pemberantasan sarang nyamuk. Sebab, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Yang jauh lebih penting adalah mengubah perilaku hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan. Upaya efektif dalam menakan DBD adalah, Gerakan 3M Plus yakni, mengubur, menutup dan membersihkan tempat-tempat yang menjadi genangan air serta memakai kelambu dan lainnya.

”Dalam fogging kali ini, kami bekerja sama dengan Uspika Bangunrejo yang terdiri dari Camat, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa dari Polsek dan Koramil Bangunrejo. Selain melakukan fogging kami juga memberikan penyuluhan tentang bahaya penyakit DBD kepada warga yang masuk wilayah binaan Puskesmas Bangunrejo,” terang Eko.

Sementara Camat Bangun Rejo, H. A Rahman, S.Pd mengatakan pengasapan ini dilakukan oleh petugas dari pihak Puskesmas dan bekerja sama dengan Polsek dan Koramil Kecamatan Bangunrejo. Sekitar 60 rumah lebih dilingkungan yang teridentifikasi menjadi sarang nyamuk tersebut.
Rahman mengaku, musim penghujan tahun ini sudah ada 1 orang terkena DBD merupakan orang dewasa.

”Fogging dilakukan di parit dan belakang rumah warga yang teridentifikasi menjadi sarang nyamuk, kita tidak mau terlambat dalam menangani DBD. Daripada nanti semakin mewabah lebih baik kita cegah dari sekarang,” terang Rahman.

Pihak kecamatan mengaku sudah melaporkan kasus DBD di wilayahnya kepada pihak Puskesmas setempat, dan mendapat tanggapan langsung dari pihak terkait. ”Ya dari data sementara ada warga kita di kampung Sidoluhur yang yang terkena DBD. Selain itu juga saya bersama aparatur kecamatan sudah melakukan sosialisasi kepada warga untuk membersihkan lingkungan supaya ada pencegahan penyebaran nyamuk tersebut,” pungkasnya.(win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *