Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika menggelar Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar Calon Guru Penggerak (CGP) program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 2, di Hotel BBC Bandarjaya, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah (Lamteng), Sabtu (13/11/2021).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah, Kusen, S.Pd., M.M., Plt. Kepala PPPPTK Matematika Hari Suryanto, S.IP., M.P.A., yang diwakilkan Sriyanti M.Hum. selaku Penanggungjawab PGP Angkatan 2 Lamteng, para pendamping dan calon guru Penggerak Angkatan 2, serta tamu undangan lainnya.
Dalam laporannya, Koordinator Pendamping Praktik Wardoyo, S.Kom, menjelaskan bahwa Lokakarya 7 adalah salah satu kegiatan program pendidikan guru penggerak dengan program kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran.
“Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama 9 bulan bagi calon guru penggerak. Selama program guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru. Kegiatan Lokakarya 7 ini di laksanakan selama 2 hari, yakni Jumat (12/11/2021) dan Sabtu (13/11/2021) yang di ikuti 49 CGP dan 10 Pengajar Praktik,” jelasnya.
Sementara itu, Penanggungjawab PGP Angkatan 2 Kabupaten Lamteng, Sriyanti, M.Hum menjelaskan bahwa Program Pendidikan Guru (PGP) merupakan episode kelima dari rangkaian kebijakan merdeka belajar yang diluncurkan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang dilaksanakan melalui Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis yang berada di bawahnya.
“Tujuan belajar CGP pada Lokakarya 7 ini adalah CGP dapat menjelaskan evaluasi program yang di buat di lokakarya 6, mampu menjelaskan hasil praktik baik dilingkungan belajar sekolah dan maupun menyatakan ide untuk program selanjutnya,” ujarnya.
Pada lokakarya 7 ini, lanjut Sriyanti, pihaknya mengundang para pelaku pemangku kepentingan serta praktisi bidang pendidikan di Lamteng, agar semua pihak mengetahui wujud aksi nyata CGP di wilayah setempat.
“Lokakarya 7 ini merupakan lokakarya yang paling besar karena para CGP dapat menunjukkan hasil aksi nyata sesuai dengan progres positif yang sudah dilakukan,” bebernya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamteng, Kusen,S.Pd., M.M. mengucapkan Terimakasih dan Bangga kepada seluruh guru di Lamteng ini.
“Guru penggerak ini sangat luar biasa. Karena dituntut untuk banyak inovasi-inovasi, serta bagaimana mewujudkan profil pancasila. Satu tantangan yang besar untuk para guru bahwa bagaimana membuat anak-anak didik menjadi mandiri di segala bidang dan di lingkungan, berpikir kritis dan bagaimana membangkitkan anak didik supaya kreatif, bergotong royong dan yang paling utama bagaimana menciptakan anak yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia,” bebernya.
Dengan lokakarya ini dalam rangka menunjukkan hasil kegiatan yang telah di ikuti oleh masing-masing guru penggerak dari jenjang Paud sampai dengan SLTA. Sehingga apa yang sudah dilakukan para calon guru penggerak di pamerkan untuk dilihat halayak.
Kusen berharap kedepan guru-guru dapat termotivasi untuk mengikuti seleksi sebagai guru penggerak. “Jika guru sudah menjadi guru penggerak maka dia akan banyak perubahan-perubahan dan mampu menguasai IT dan lainnya. Dalam rangka menuju hasil belajar anak yang akhirnya dapat mewujudkan profil pancasila,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, para tamu undangan juga berkesempatan untuk meninjau dan mengunjungi stand-stand hasil belajar para calon guru penggerak. (tka/rid)
