Radarlamteng.com, KOTAGAJAH – Terkait adanya salah satu warganya yang mengalami pembengkakan di lutut dan mengharuskan menjalani operasi ke Pulau Jawa. Camat Kota Gajah, Lampung Tengah (Lamteng) Maulidya Sanjaya. S. STP berkomentar.
Saat di konfirmasi oleh wartawan radarlamteng.com melalui pesan WhatsApp nya, Uli sapaan akrabnya itu terkejut dan bahkan belum mengetahui bahwa salah satu warganya itu saat ini membutuhkan pertolongan.
Uli mengungkapkan, bahwa pihaknya belum mendapat laporan dari aparatur setempat. Meski demikian, dirinya akan menindak lanjuti hal tersebut. Dengan berkoordinasi baik dengan aparatur kampung maupun dengan pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamteng. Dan akan segera melaporkan ke Asisten I Lamteng.
“Astaghfirullah, dari Kampung Sumberrejo ya? Nanti saya laporkan ke Puskes dulu, biar ditembuskan ke Dinkes, kemudian ke pak Asisten 1 dan pihak terkait. Terimakasih sebelumnya atas infonya. Ini saya juga masih WA kakamnya, soalnya belum laporan juga. Ya, nanti kita carikan solusinya ya,” kata Uli sapaan akrabnya itu. Sabtu (13/11/2021) malam
Sementara, Riska salah satu kerabat dekat keluarga Wawa sapaan gadis kecil yang saat ini terbaring lemah tak berdaya di tempat tidur selama beberapa bulan belakangan ini berharap serta berdo’a akan ada orang-orang baik yang bisa membantu terutama kepada sosok Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad yang dipercaya memiliki kepedulian yang tinggai terhadap kesehatan masyarakatnya.
“Harapan besar beserta do’a kami kepada Bupati Lamteng bapak Musa Ahmad bisa membantu proses pengobatan keponakan kami ini. Sebab, sedih banget mas kalau melihat kondisinya, yang biasanya aktif bermain ini cuma bisa tidur dan merintih kesakitan. Terlebih anak usia segitu kan masih senang-senangnya main, bahkan hingga saat ini dia tidak bisa sekolah,” ungkapnya seraya meneteskan air mata.
Diberitakan sebelumnya, bahwa ada salah satu warga Kampung Sumber Rejo, Kecamatan Kotagajah, Lampung Tengah (Lamteng) membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.
Pasalnya, Yolandha Chessayua Pranata atau yang biasa disebut Wawa (10) gadis kecil yang masih duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar (SD) itu mengalami pembekakan di lutut kaki sebelah kanan hingga harus menjalani oprasi.
“Awalnya jatuh mas, tapi anaknya ga cerita ke saya, hanya tau dari tetangga-tetangga yang bilang kalau anak saya dari jatuh. Tapi, saya tidak menyangka kalau jadinya akan sampai begini. Waktu itu mau saya bawa kerumah sakit namun masih dalam kondisi pandemi jadi saya tunda,” ungkap Rinatha Anggraini ibu kandung Wawa .
Menurut Rina, pembengkakan di lutut sang buah hati sudah berlansung beberapa bulan belakangan. Dan segala cara pun sudah dilakukan namun hingga saat ini bengkak dilutut sang anak tidak juga kunjung membaik.
“Selama ini hanya saya bawa ke pengobatan alternatif, kebetulan anak saya juga tidak mau di bawa ke rumah sakit. Menurut pengobatan alternatif tulang lututnya normal-normal saja. Tapi karena sudah tidak tega melihatnya saya bawa ke Rumah Sakit Umum Ahmad Yani (RSUAM),” ungkapnya.
Setibanya di RSUAM Kota Metro, kata Rina, langsung ditangani oleh dokter specialis tulang dan sang dokter menganjurkan untuk di rujuk ke rumah sakit yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng). “Anjuran dokter, satu-satunya jalan adalah di rujuk ke Solo untuk di oprasi. Karena kalau disini bisa di oprasi tapi harus di amputasi,” kata Rina menyeka air mata.
Oleh sebab itulah, lanjut Rina, dirinya tidak dapat berbuat apa-apa selain meminta bantuan dari pihak terkait, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab Lamteng) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamteng untuk dapat memfasilitasi dalam pengobatan sang anak.
“Ya saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa, dan saya juga tidak punya apa-apa. Sebab, anak saya ini sejak umur 2 tahun sudah ditinggal sang ayah, jadi selama ini saya bekerja sebagai buruh serabutan untuk mencukupi keseharian kami. Saya berharap ada orang baik yang membantu agar anak saya ini bisa sembuh dan dapat beraktifitas kembali,” pungkasnya.(cw29/rid)
