Radarlamteng.com, KOTAGAJAH – Orang tua mana yang tega melihat sang buah hati terbaring tak berdaya di tempat tidur. Itulah yang dirasakan oleh Rinatha Anggraini (27) warga Dam 14 Kampung Sumberrejo, Kecamatan Kotagajah, Lampung Tengah (Lamteng).
Yolandha Chessayua Pranata (10) anak semata wayang hasil pernikahan bersama mantan suaminya yang kini tak tau rimbanya itu mengalami pembengkakan di lutut kaki sebelah kanan hingga harus menjalani operasi.
“Awalnya jatuh Mas, tapi anaknya ga cerita ke saya, hanya tau dari tetangga-tetangga yang bilang kalau anak saya dari jatuh. Tapi, saya tidak menyangka kalau jadinya akan sampai begini. Waktu itu mau saya bawa kerumah sakit namun masih dalam kondisi pandemi jadi saya tunda,” ujarnya.
Menurut Rina sapaan akrabnya ini, pembengkakan di lutut sang buah hati sudah berlansung beberapa bulan ini. Dan segala cara pun sudah dilakukan namun hingga saat ini bengkak di lutut sang anak tidak juga kunjung sembuh.
“Selama ini hanya saya bawa ke pengobatan alternatif, kebetulan anak saya juga tidak mau dibawa ke rumah sakit. Menurut pengobatan alternatif tulang lututnya normal-normal saja. Tapi karena sudah tidak tega melihatnya saya bawa ke Rumah Sakit Umum Ahmad Yani (RSUAM),” ungkapnya.
Setibanya di RSUAM Kota Metro, kata Rina, langsung ditangani oleh dokter spesialis tulang dan sang dokter menganjurkan untuk di rujuk ke rumah sakit yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng).
“Anjuran dokter, satu-satunya jalan adalah dirujuk ke Solo untuk di operasi. Karena kalau di sini bisa di operasi tapi harus di amputasi,” kata Rina menyeka air mata.
Oleh sebab itulah, lanjut Rina, dirinya tidak dapat berbuat apa-apa selain meminta bantuan dari pihak terkait, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab Lamteng) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamteng untuk dapat memfasilitasi dalam pengobatan sang anak.
“Ya saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa, dan saya juga tidak punya apa-apa. Sebab, anak saya ini sejak umur 2 tahun sudah ditinggal sang ayah, jadi selama ini saya bekerja sebagai buruh serabutan untuk mencukupi keseharian kami. Saya berharap ada orang baik yang membantu agar anak saya ini bisa sembuh dan dapat beraktifitas kembali,” pungkasnya.(cw29/rid)
