Radarlamteng.com, SEPUTIHSURABAYA – Tidak hanya upacara, peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Seputihsurabaya, Lampung Tengah juga dimeriahkan dengan kegiatan kirab.
Acara dipusatkan di kompleks pondok pesantren Roudlotuth Tholibin, Kampung Mataramilir, Rabu 22 Oktober 2025 dan dibuka oleh Camat Seputihsurabaya, Eko Medianto.
Kegiatan kirab diikuti ratusan santri dari berbagai ponpes dan siswa-siswi sekolah di wilayah setempat, dengan jumlah sekitar 90 kelompok.
Camat Eko Meidianto mengapresiasi kegiatan kirab yang merupakan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.
“Semangat jihad harus terus tertanam dalam diri santri untuk menjaga keutuhan bangsa,” kata camat.
Kedepan ia berharap lingkungan pesantren bisa menjadi rumah bagi santri yang aman dan nyaman dalam menimba ilmu keagamaan.
Apalagi, Pemkab Lamteng siap memberi dukungan untuk menjadikan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang lebih maju, yakni dengan disahkannya Perda tentang Penyelenggaraan Pondok Pesantren (Ponpes).
Disahkannya Perda penyelenggara pondok pesantren ini nantinya pemerintah daerah akan bisa memberikan kenyamanan dan fasilitasi berbentuk bantuan.
“Baik itu keuangan maupun fasilitasi kegiatan kepada pondok-pondok pesantren yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Ada beberapa poin yang tertuang di dalam perda tersebut. Pertama tentang Penyelenggaraan Pondok Pesantren.
Kedua fasilitasi dan selanjutnya keuangan pondok pesantren bisa dibantu oleh pemerintah daerah sesuai dengan kemampuan daerah. Lalu bantuan sarana dan prasarana, bantuan teknologi dan bantuan kegiatan lain. (rid)
