Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – Adnan Zikri Nafiha (8) bocah berkebutuhan khusus asal Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah (Lamteng) yang luput dari pantauan pemerintah membutuhkan perhatian.

Pasalnya, bocah penderita Difabel hasil perkawinan dari pasangan suami istri (Pasutri) Agus Suyanto (38) dan Yayu Anita (30) yang merupakan warga Dusun 7 Kampung Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggibesar, Lamteng ini belum pernah tersentuh oleh pemerintah baik kampung maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamteng.

Meski, segala upaya sudah dilakukan demi sang buah hati, namun faktanya tidak dapat merubah keadaan. Dimana, anak laki-laki yang menjadi harapan kedua orang tuanya ini memang ditakdirkan terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus (difabel).

“Dari kecil memang sudah sakit seperti ini. Dan sampai saat ini masih kami lakukan terapi di Rumah Sakit Islam Yukumjaya. Tadinya ga bisa duduk sama sekali, alhamdulillah sekarang sudah mendingan sudah mulai bisa duduk meski tidak sempurna,” kata sang ayah Agus Suyanto kepada radarlamteng.com Minggu (28/1/2024) lalu.

Saat ditanya terkait bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamteng kepada dirinya dan keluarga. Ia tidak menampik, bahwa ia pernah mendapat bantuan beras beberapa tahun lalu. Namun, hingga saat ini dirinya maupun sang anak tidak pernah lagi mendapat bantuan dari pemerintah.

“Dulu sih pernah dapat bantuan beras 10 kilo, tapi sudah lama sekali. Dan, sampai sekarang ini kami tidak pernah lagi mendapat bantuan,” ungkapnya.

Ketika disinggung masalah bantuan pemerintah, baik dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun yang lainnya, dia pun tegas menjawab, bahwa keluarganya tidak pernah terdaftar dalam program bantuan apapun.

“Jangankan dapat PKH, wong di data aja ga pernah mas. Soalnya, dulu pernah ada yang bilang, bahwa kami sudah diajukan dan didaftarkan di program PKH akan tetapi sampai saat ini belum ada kejelasannya,” tambahnya.

Dirinya berharap kepada pemerintah, baik kampung maupun kabupaten bisa memberi perhatian lebih kepada warga yang tidak mampu. Khususnya kepada warga penderita Difabel.

“Saya berharap sekali, semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan masyarakatnya terutama kepada kami yang memiliki anak berkebutuhan khusus seperti ini. Dan, saya juga berharap ada para dermawan yang mau memberi bantuan kursi roda untuk anak saya. Karena, jangankan untuk membeli kursi roda, buat makan aja kami sulit ,” tukasnya.(red/rid).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *