Tergantung Dengan Seutas Tali Tambang, Warga Simbarwaringin Meregang Nyawa di Pintu Rumah Warga

Radarlamteng.com, TRIMURJO- Yoga Surya Wijaya (26) warga Lingkungan VII, Kelurahan Simbarwaringin nekat mengakhiri hidupnya dengan mengantungkan diri menggunakan seutas tali tambang di pintu rumah salah seorang warga yang berada di Kampung Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah (Lamteng).

Peristiwa itu terjadi sesaat setelah korban Yoga bertengkar dengan sang istri yang sedang berada di DKI Jakarta melalui sambungan video call (vc) di ponsel miliknya pada, Jum’at (12/1/2024) sekira pukul 14.30 WIB.

Menurut Kapolsek Trimurjo AKP Rihamuddin Nur, sehari sebelum peristiwa terjadi yakni pada Kamis 11 Januari 2024 sekira pukul 22.00 WIB saksi Putra Fajar Febrianto bersama korban melakukan pengiriman pakan ayam dari DKI Jakarta menuju Kecamatan Margototo, Lampung Timur menggunakan truck.

Namun, seusai membongkar muatan, korban minta diantarkan kerumah saksi Junianto alias Sarkali yang berada di Dusun VII Kampung Tempuran. Kemudian korban pun menginap di rumah saksi Sarkali.

“Saat di perjalanan, saksi mendengar bahwa korban bertengkar dengan istrinya yang ada di Jakarta dengan nada tinggi saat sedang berkomunikasi melalui sambungan telpon,” ujar Kapolsek Trimurjo AKP Rihamuddin Nurr mewakili Kapolres Lamteng AKBP Andik Purnomo Sigit.

Dimana, kata Kapolsek, berdasarkan saksi Sarkali, sebelum korban bunuh diri, ia sempat membangunkan saksi yang sedang tertidur dan mengajak makan mie instan yang dibuatnya. Namun, pada pukul 11.00 WIB korban sempat berkomunikasi kembali dengan sang istri melalui video call.

“Pada saat itu, saksi melihat korban sedang berkomunikasi dengan sang istri. Lalu saksi kembali ke kamar dan main hp hingga tertidur. Namun, saksi terkejut ketika ada suara sesorang yang berteriak didalam rumah memberi tahu bahwa ada yang gantung diri. Mendengar dan melihat hal itu saksi langsung meminta tolong kepada warga sekitar serta menghubungi pamong dan pihak Polsek,” ungkapnya.

Setelah mendapat laporan, lanjut Kapolsek, anggota piket Polsek Trimurjo bersama tim medis Puskesmas Simbarwaringin langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan serta mengevakuasi korban.

“Dari hasil pemeriksaan anggota dan tim medis tidak ditemukan tanda-tanda pengaiayaan di tubuh korban. Karena, terdapat bekas jeratan di leher, lidah menjulur dan tergigit serta terdapat sperma di celana dan kemaluan korban. Yang menandakan bahwa itu murni bunuh diri,” tambahnya.

Saat ini, lanjut Kapolsek, jenazah korban telah di evakuasi dan dibawa pulang oleh pihak keluarga. Dan pihak keluarga pun sudah menerima musibah yang menimpanya dengan tidak melakukan autopsi terhadap korban.

“Itu dibuktikan dengan satu lembar surat pernyataan yang dibuat pihak keluarga untuk tidak melakukan otopsi dan akan segera memakamkan jenazah korban,” pungkasnya.(red/rid).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *