Tahun 2023 Kasus TBC di Lamteng Meningkat, ISL Gandeng Dinkes dan Dinas PMK

Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – Inisiatif Lampung Sehat (ISL) Cabang Lampung Tengah (Lamteng) menggandeng Dinas Kesehatan
dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) untuk pencegahan kasus Tuberkulosis (TBC) yang selama tahun 2023 ini mengalami peningkatan tajam.

Kurun waktu periode bulan Januari – November 2023 sebanyak 4.530 warga Lamteng terdektesi menderita TBC. Penanganan TBC di Lamteng ada 3.911 penderita selama tahun 2022, dan baru 23,11 persen yang tertangani.

Suroto Selaku Program Officer Inisiatif Lampung Sehat Cabang Lampung Tengah, menyampaikan bahwa saat ini untuk personil ISL masih sedikit, sekitar 50 orang.Dengan sinergi bersama Dinas PMK Lamteng maka diharapkan akan ada penambahan kader disemua kampung.

“ISL sejak tahun 2001 terus bergerak, dengan ader desa setiap kampung kita bentuk, supaya penanganan TBC ini akan lebih maksimal.

Jika dari Dinas MPK ada 301 kampung dikurangi jumlah personil ISL Lamteng 50 orang makan akan ada penambahan 251 kader TB disetiap kampung. Diharapkan sinergi yang dibangun ini akan dapat membantu dalam menekan kasus TBC, dan kami optimis ditahun 2024 dan seterusnya eleminasi TB akan dapat tercapai,” paparnya pada saat Konfrensi Pers di Moonbee Cafe And Resto Kamis (30/11/2023).

Dinas Kesehatan bersama Dinas Pemerdayaan Masyarakat Kampung (PMK) dan lembaga Inisiatif lampung Sehat serta Koordinator Organisasi Pelaksana berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan penanganan TBC.

Kepala seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Lampung Tengah, Eko Witono mengatakan, angka penderita TBC capai 4.530 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2022

Ia mengakui jika jumlah penduduk di Lamteng cukup banyak yang memungkinkan orang mudah tertular TBC, sehingga penderitanya menjadi banyak.

Sementara Kepala Dinas Pemerdayaan Kampung Lampung Tengah, Fathul Arifin mengungkapkan, sesuai dengan peraturan pemerintah pusat bahwa dana desa wajib dianggarkan untuk penanganan TBC di kampung.

“Nantinya ini juga akan kita kuatkan dengan Perbub, sehingga tiap kepala kampung tidak ada kata tidak, harus sudah ada anggaran TBC di Tahun 2024,” ungkap Fathul.

Ia menambahkan, nantinya juga akan ada kerjasama dengan pihak dinas dan ISL, organisasi yang menangani TBC.

“Di setiap kampung juga akan ada kader, mereka membuat tim, sehingga benar-benar akan terdeteksi dengan jelas, angka pasti di kampung bila ditemukan kasus TBC,” terangnya.

Sedangkan untuk insentif petugas lanjutnya, disesuaikan dengan kampung dan tidak bisa dipatok, jadi diserahkan kepada petugas di kampung.Kader desa setiap kampung kita bentuk, supaya penanganan TBC ini akan lebih maksimal.

Ketua Koordinator Organisasi Pelaksana dr.Josi Harnos,.MARS menambahkan, dalam 100 ribu penduduk ada 355 penderita estimasi yang dihitung tahun 2023.

Jumlah itu mengalami kanaikan dari tahun 2022, dimana dalam 100 pendudul terdapat 312 pemderita. Hal ini perlu penanganan serius, karena TBC merupakan penyakit menular dan dalam banyak kasus bersifat mematikan.

“InsyaAllah tahun 2024 akan lebih baik dengan adanya kerjasama dengan Dinas PMK,” pungkasnya. (sci/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *