radarlamteng.com, TERUSANNUNYAI – Puluhan siswa-siswi kelas 3 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Gunungagung, kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, terpaksa harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Musola sekolah.
Hal ini terjadi lantaran keterbatasan ruangan kelas yang miliki oleh sekolah tersebut. Sehingga, KBM harus dilaksanakan di Musola yang ada di SD tersebut.
Hal tersebut juga diperparah lantaran para siswa hanya duduk beralaskan lantai yang ada, tanpa menggunakan meja dan kursi.
Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 1 Gunungagung Agnes Sumartini menjelaskan, bahwa KBM yang dilaksanakan di Musola tersebut sudah berjalan selama bertahun-tahun.
“KBM yang kita laksanakan di Musola ini sudah berjalan selama bertahun-tahun. Karena, di sekolah ini hanya memiliki 6 ruangan belajar. Sedangkan, dari 167 jumlah keseluruhan Siswa-siswi yang ada, itu terbagi menjadi 7 kelas. Dan karena siswa kelas 5 jumlahnya paling banyak, maka kelas 5 kita bagi menjadi dua yaitu kelas 5A dan 5B. Oleh sebab itu, terpaksa kita gunakan Musola untuk mencukupi ruang kelas agar KBM dapat berjalan dengan lancar,” terang Kepsek.
Kepsek juga menjelaskan, bahwa pihaknya sudah berkali-kali sampaikan keluhan sekolahnya tersebut ke Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah. Namun, hingga saat ini keluhannya tersebut tidak mendapatkan respon apapun.
“Sudah berkali-kali kita ajukan keluhan ke Dinas, namun sampai saat ini belum ada respon apapun,” jelasnya.
Selain kurangnya ruang belajar, lanjut Kepsek, kantor Kepsek dan ruang guru harus campur menjadi satu dengan ruang perpustakaan.
“Bahkan, kantor kepsek dan ruang guru di sekolah ini harus menjadi satu ruangan dengan perpustakaan karena tidak ada ruang lagi yang bisa kami gunakan,” tutup Kepsek. (stk/rid)
