Radarlamteng.com, BANDARJAYA – Gowes dengan bersepeda menjadi salah satu alternatif paling baik yang dipilih oleh sebagian besar masyarakat di Lampung Tengah (Lamteng) untuk menyebarkan virus kebagiaan yang hasilnya kesehatan.
Hampir setiap hari dibeberapa titik ruas jalan setiap pagi dan sore hari terlihat banyak kalangan dari usia anak-anak, muda dan dewasa sampai lansia yang penuh semangat mengayuh sepeda baik bersama keluarga, kerabat atau komunitas sepeda.
Om Beng adalah salah satu penggiat olahraga sepeda yang menggalakan olahraga sepeda. Menurutnya gowes adalah sarana paling mudah untuk menebarkan virus kebagiaan, dan menghasilkan kesehatan badan dan hati.
” Kami bersama beberapa rekan atau komunitas sepeda paling sering mengambil lokasi yang ada destinasi wisata. Di Lamteng ini setiap ada destinasi wisata alam yang baru selalu kami kunjungi, seperti sungai Way Seputih yang ada di Kampung Endang Rejo Kecamatan Seputih Agung, Damraman di Metro dan lainnya,” jelasnya usai gowes Rabu pagi (4/10/2023).
Gowes paling jauh, lanjutnya pernah ditempuh dengan rute dari Bandarjaya ke Bakauheni sejauh 160 KM, melalui jalur Lintas Timur Sumatra.
Perjalanan ini, kata ia dilakukan dengan bersepeda dan tanpa menggunakan kendaraan mobil.
Di Lamteng saat ini terdapat 35 komunitas gowes dan 279 yang di Lampung.Goweser tertua di Lampung Dalrejo usia 83 tahun, yang masih semangat melakukan gowes sepeda.
“Saya sejak masih kecil dizaman dulu hidup dengan menggunakan sepeda, jadi ketika dimasa tua ini zamannya kembali ke sepeda tentunya membuat saya lebih senang melakukan giat bersepeda ria bersama teman-teman semua kalangan. Dengan manfaat yang jelas bisa menguatkan otot tubuh, jantung juga untuk mendapatkan hidup yang lebih sehat juga bahagia dimasa tua,” ungkap nya.(sci/rid)
