Gedung Fasilitas PONED 3 Puskesmas di Lamteng Selesai Dibangun

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Tengah (Lamteng) buka suara terkait pembangunan fasilitas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di 3 puskesmas.

Yakni Puskesmas Seputihbanyak, Puskesmas BKU Kecamatan Putrarumbia dan Puskesmas Seputihsurabaya.

Ini menyusul adanya dugaan bahwa pengerjaan proyek bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2022 itu belum selesai, namun anggarannya telah dicairkan.

Menjawab hal tersebut, Dinkes Lamteng menjelaskan bahwa secara umum, pengerjaan gedung fasilitas PONED telah sesuai spesifikasi yang tertara dalam kontrak dengan pihak kontraktor. Lalu pengerjaan juga sudah selesai. Sehingga anggaran bisa dicairkan.

Hanya memang, ada sedikit yang tidak sesuai. Yakni pada bagian kacanya. “Harusnya pakai kaca riben. Tapi pihak kontraktor menggunakan kaca polos,” kata Kabid P2P, Dr. Hi. Nur Rohman mewakili Kadinkes Lamteng dr. Otneil Sriwidiatmoko, Kamis (19/1/2023).

Karena tidak sesuai spesifikasi, pihak Dinkes Lamteng meminta untuk diganti. “Penggantian kaca sudah mulai dilakukan beberapa hari ini,” jelasnya.

Menurutnya, pihak kontraktor mengakui ketika itu sulit mencari kaca riben. Sudah order dari luar daerah, tapi kesulitan pengiriman karena saat itu bertepatan libur akhir tahun. Yang tersedia hanya kaca polos. Sehingga dipasang kaca tersebut.

“Tapi sudah kita minta diganti dan sekarang sedang dalam pengerjaan. Mudah-mudahan tidak lama lagi selesai dan bisa difungsikan. Supaya manfaat dari PONED bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” paparnya.

Dinkes Lamteng juga berterimakasih sudah ada masukan dari sejumlah pihak.

“Pada intinya dinas berterimakasih sudah ada masukan dari teman-teman. Jika ada yang kurang pas maka akan segera kami ingatkan kepada kontraktor. Ini masih masa pemeliharaan. Jika ada terjadi cacat dalam pengerjaan untuk segera diperbaiki,” ucapnya.

Diketahui, PONED merupakan layanan kesehatan yang disediakan puskesmas rawat inap terkait kasus emergensi obstetri dan neonatus tingkat dasar selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu.

Yakni untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil, bersalin dan nifas dan bayi baru lahir. Dengan tujuan akan mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *