Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – Pagelaran wayang kulit semalam suntuk diselenggarakan di Kelurahan Bandarjaya Barat, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah (Lamteng), Sabtu (30/7/2022) malam.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamteng, Sumarsono yang hadir di acara menyampaikan pihaknya ingin mengajak masyarakat Lamteng untuk terus menjaga dan melestarikan kesenian wayang kulit ini.

Sumarsono menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya wayang kulit di Lamteng sekaligus persiapan untuk Pelantikan Pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Lamteng.

“Dengan Hadirnya Pepadi di Lamteng ini, nantinya giat-giat budaya di Lampung Tengah ini akan menjadi lebih terasa, dan wayang kulit yang penuh dengan estetika budaya klasik dinia ini dan telah diakui oleh UNESCO yang merupakan lembaga khusus PBB yang tugas utamanya perlindungan situs-situs sejarah dan budaya, sebagai salah satu warisan budaya, bisa bisa ada geliatnya di Lamteng,” ujarnya.

Sumarsono berharap, nantinya Lamteng akan menjadi sentra kegiatan-kegiatan budaya yang ada di Provinsi Lampung.

“Nantinya kami akan terus melakukan gebyar-gebyar budaya dan akan mengkompilasi kan dengan budaya-budaya yang lain yang ada di Lamteng. Sehingga akan betul-betul tampak kebhinekaan di Lamteng ini,” bebernya.

Kader senior PDI Perjuangan Lamteng ini menambahkan, kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka memperingati tahun baru Islam, serta berketepatan pada hari ulang tahun pernikahan Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Pepadi Lamteng, SM. Herlambang dengan Isterinya Hasti Magda Yulianti yang juga untuk merayakan Hari Ulang Tahun Isterinya ke 54 tahun.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Pepadi Lamteng, SM. Herlambang mengatakan bahwa pihaknya meyakini bahwa wayang kulit adalah salah satu media penyampai pesan yang tepat sasaran, baik kepada kaum muda, orang tua, atau dan kesenian wayang kulit juga telah diakui oleh dunia.

“Melalui pagelaran wayang kulit banyak pesan yang bisa di sampaikan baik kepada anak muda maupun orang tua. Bahkan untuk agama kesenian wayang kulit saat ini bisa menjadi filter dari budaya-budaya yang sudah sangat jauh menyimpang dari budaya Nusantara yang ada,” ungkapnya.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini menghadirkan dalang muda yang meraih peringkat terbaik ke 3 tingkat nasional dan terbaik pertama tingkat Provinsi Lampung, yakni Ki Dalang Sudaryanto dengan lakon Wahyu Kamulyan.

Di awal acara, para tamu dan masyarakat sekitar yang hadir juga di suguhkan penampilan dalang cilik Nara yang masih berusia 10 tahun. (tka/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *