SMAN 1 Terusannunyai Peringati Hardiknas dengan Mengenakan Pakaian Adat Khas Daerah

Radarlamteng.com, TERUSANNUNYAI – SMAN 1 Terusan Nunyai, Lampung Tengah (Lamteng) memaknai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan penyatuan keragaman budaya daerah sebagai wujud rasa persatuan bangsa. Dalam peringatan Hardiknas sekolah ini melaksanakan upacara bendera (13/5).

Menariknya mulai dari Kepala Sekolah, Guru serta siswa mengenakan pakaian adat dari berbagai suku daerah yang menyebar di Nusantara, seperti pakaian khas adat Jawa, Sunda, Bali, Madura, Papua, Kalimantan dan Sumatra.

Kepala SMAN 1 Terusan Nunyai Ratnawati mengutarakan rasa syukur bisa kembali melakukan peringatan Hardiknas secara langsung. Pasalnya setelah dua tahun hanya dapat melakukan kegiatan sekolah secara daring karena terkendala Pandemi Covid 19. 

” Hardiknas menjadi momen mengintropeksi diri, bangkit dan bergerak kedepan untuk memajukan pendidikan, walaupun harus banyak melewati tantangan. Hardiknas diharapkan akan menjadi pondasi untuk meningkatkan kwalitas sekolah menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman dosa pendidikan,” papar Ratna yang mengenakan pakaian kebaya batik asli Jawa Tengah.

Peringatan Hardiknas, lanjutnya dengan menggunakan berwarna warni kebebasan berpakaian, sebagai simbol kebhinekaan tunggal Ika, bahwa biarpun berbeda-beda suku adat dan budaya tetap satu tujuan yaitu cinta tanah air dan bangsa Indonesia.

Sebagai pembina upacara peringatan Hardiknas, Ratnawati membacakan Pidato dari Mentri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim. Dalam isi pidatonya disampaikan amanah, bahwa Indonesia dalam dunia pendidikan telah mampu melampaui badai dan ombak besar yang menerpa dimasa Pandemi, dan mampu terus berlayar dengan menggunakan metode Merdeka Belajar yang sudah diterapkan di 140.000 satuan pendidikan. 

“Tahun ini kita tidak hanya selaku pengikut, tetapi penggerak dalam pemulihan didunia. Langkah kita sudah serentak, laju kita juga sudah semakin cepat. Namun, kita belum sampai digaris akhir, sehingga tidak ada alasan untuk berhenti meski sejenak. Kedepan, masih ada angin yang lebih kencang, ombak yang lebih besar serta rintangan yang lebih tinggi. 

Dan kita terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk Merdeka Belajar,” ajak Nadiem Anwar Makarim memalui isi pidato yang ditandatangani pada 02 Mei 2022. (sci/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *