Warga Harapkan Harga Daging Sapi dan Ayam Tidak Melambung Saat Ramadan

Radarlamteng.com, BANDARJAYA – Sepekan sebelum memasuki bulan Ramadan warga sudah merasakan lonjakan harga. Tidak hanya sembako, daging yang menjadi kebutuhan pangan yang banyak dikonsumsi juga tidak dapat dielakkan kenaikan harganya.

Baik dipusat pembelanjaan modern Supermarket sampai pasar tradisional harga daging sapi yang sebelumnya stabil diangka Rp 115 ribu/kg perhari ini Jumat (25/03/2022) sudah merangkak naik diharga Rp 130-140 ribu/kg.

Maryam pengunjung yang berbelanja di Bandarjaya Plaza mengharapkan jika lonjakan harga daging jangan terlalu signifikan. Dikatakannya kenaikan harga pada bulan Ramadan hingga hari raya Idulfitri sudah pasti terjadi, tetapi jangan sampai melambung tinggi hingga warga merasa berat untuk membeli daging sapi untuk kebutuhan selama puasa dan lebaran.

“Kami berharap pemerintah akan dapat secara inten memantau kondisi harga kebutuhan pokok, termasuk daging jangan sampai mencapai harga yang naik tinggi, karena daging ini sudah pasti dibutuhkan oleh sebagian besar warga,” ungkap Maryam yang merasa kondisi ekonomi masih belum pulih dari masa Pandemi akibat Covid 19.

Sementara itu Hasan yang merupakan pedagang daging sapi sebenarnya merasa sedih setiap terjadinya kenaikan harga daging sapi. “Saya lebih sedih karena dengan naiknya harga daging sapi, warga yang ingin membeli daging sapi tidak bisa membeli dalam jumlah lebih banyak, karena naiknya harga daging sapi,” jelasnya.

Selain daging sapi, kenaikan juga terjadi pada daging ayam. Sebelumnya harga daging ayam boiler adalah Rp 35 ribu/kg, sekarang sudah Rp 38-40 ribu/kg. Penyebab naiknya harga daging ayam karena tingginya permintaan konsumen sebelum bulan puasa ini.

Salah satu pedagang daging ayam dipasar tradisional di Kampung Simpang Agung Kecamatan Seputihagung, Siti Fatimah mengaku omzet penjualan ayam boiler yang dijual sudah bersih mengalami peningkatan memasuki datangnya bulan puasa ini.

“Meskipun harga daging ayam naik, namun permintaan masyarakat tetap banyak, dan tentunya memberi dampak peningkatan omzet saya juga ikut naik bisa sampai 30% dari hari biasanya. Tetapi saya juga berharap kenaikan harga daging ayam jangan terlalu berlebihan karena kasihan para ibu rumah tangga yang tingkat kebutuhan untuk Ramadan dan hari raya Idulfitri pasti sangat banyak,” bebernya.(sci/ina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *