Tahun 2021, Ratusan KPM PKH di Lamteng Graduasi Mandiri

Radarlamteng.com, RUMBIA – Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Lampung Tengah (Lamteng) nyatakan graduasi mandiri selama tahun 2021.

“Ada 845 KPM se Lampung Tengah yang graduasi mandiri pada tahap 1-4 (Januari sampai Desember) tahun 2021,” kata Kepala Dinas Sosial Lamteng, Ir. Haris Fadillah, MM., saat pembinaan komunitas sosial berjaya di GSG SMAN 1 Rumbia, Kamis (20/1/2022).

Dia menjelaskan, graduasi mandiri yaitu orang dengan sadar sendirinya menyatakan keluar sebagai KPM PKH dan menyatakan dirinya tidak berhak menerima bantuan PKH. “Karena menyadari ada yang lebih layak lagi menjadi KPM PKH,” terangnya.

Dikatakan Haris Fadillah, adanya KPM yang menyatakan graduasi mandiri tidak lepas dari upaya pemda dan para pendamping di lapangan.

“Pemkab Lamteng telah bekerjasama dengan Baznas Lampung Tengah untuk menjalankan program strategis,” imbuh Haris.

Yakni, lanjutnya, Baznas memberi akses permodalan tanpa bunga kepada KPM untuk bisa dimanfaatkan.

“Dengan harapan KPM menjadi produktif dan mengangkat ekomomi keluarga. Artinya kedepan graduasi akan terus kita genjot lagi melalui berbagai upaya,” harapnya.

Disisi lain, ada peningkatan jumlah KPM PKH di Lamteng pada tahun 2022. “Per bulan November 2021, KPM PKH di Kabupaten Lamteng sebanyak 71.740 keluarga. Tahun ini ada penambahan sekitar 3.000an KPM,” jelasnya.

Sementara, Bupati Lamteng Musa Ahmad yang hadir dalam kegiatan ini memberi apresiasi kepada KPM yang menyatakan graduasi mandiri.

“Saya ucapkan terima kasih. Karena bantuan bisa digulirkan ke keluarga lain yang memang sangat membutuhkan. Adanya graduasi mandiri menandakan bahwa program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan berhasil,” ujar Bupati.

Bupati meminta KPM agar memanfaatkan program sebaik-baiknya. Termasuk akses permodalan untuk berwirausaha produktif. “Jangan sampai program pemerintah yang bertujuan mengentaskan kemiskinan ini malah dipakai foya-foya,” kata Bupati.

Menurut Bupati, dibentuknya kelompok KPM dalam pengembangan usaha seperti yang sudah dilakukan sangat baik.

“Kalau bisa terus ditingkatkan agar semakin banyak, dengan tujuan kesejahteraan. Jadi dapat bansos itu jangan bangga,” pungkasnya.

Diketahui, pembinaan komunitas sosial berjaya merupakan salah satu agenda Bupati pada kegiatan Bunga Kampung di Kecamatan Rumbia. Sebanyak 250 KPM PKH mengikuti kegiatan tersebut.

Selain itu, diadakan pula bazar atau pameran produk hasil dari KPM PKH Rumbia.

Ada satu yang unik dari beberapa produk yang ditampilkan. Yakni kopi salak. “Kopi salak ini masih jarang ditemukan di daerah lain,” ucap Haris Fadillah.

Produk lainnya yang turut dipamerkan, adalah keripik tempe, singkong dan pare, eyek-eyek serta aneka kue basah. Ada pula kerajinan tangan dari bambu.

“Semua ini adalah karya tangan para KPM PKH di Rumbia yang dibimbing oleh para pendamping,” tutupnya. (rid/gde)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *