Radarlamteng.com, KALIREJO – Mulai munculnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Kalirejo, menjadi perhatian serius dari Puskesmas Kalirejo. Tercatat sudah ada 11 kasus DBD di wilayah kampung binaan Puskesmas Kalirejo. Oleh karenanya sejak awal munculnya kasus beberapa waktu lalu, pihak Puskesmas Kalirejo, telah melakukan kegiatan dalam rangka pencegahan penularan virus DBD.
Kegiatan tersebut antara lain adalah, penyuluhan kepada warga masyarakat, kemudian penyelidikan epidemiologi (PE) dan bersama perangkat Kampung Kalirejo serta jajaran unsur forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkompimcam) Kalirejo, melakukan Fogging focus dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Demikian sepert yang disampaikan oleh Plt. Kepala UPT Puskesmas Kalirejo, Drg. Ninuk Diyah Kumara.
“DBD memang salah satu penyakit endemik di beberapa kampung di Kecamatan Kalirejo, acap kali muncul di musim penghujan pada akhir-akhir ini, Oleh karena itu sejak mulai musim hujan pada November 2021 lalu, kami telah melakukan penyuluhan terutama di Posyandu-posyandu tentang penanggulan DBD. Seiring waktu pada Desember 2021, mulai muncul kasus DBD di Kampung Kalirejo, dan kami langsung melakukan penyelidikan epidemiologi serta gerakan pemberantasan sarang nyamuk bersama perangkat kampung dan unsur forkompincam, pemberian abate juga melakukan fogging focus,” jelas Ninuk.
Masih dikatakanya bahwa musim hujan hingga kini masih terus berlangsung, Oleh karenanya dia mengimbau agar warga masyarakat terus waspada terhadap berjangkitnya DBD, yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing, jangan sampai ada tempat-tempat yang dapat menjadi genangan air yang menjadi tempat perkembanganya nyamuk DBD (Aedes Argypti)
Lanjutnya, diharapkan juga bahwa warga dapat menjalankan program satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik) yang merupakan salah satu upaya efektif dalam mencegah berkembangnya nyamuk penular DBD. Selain itu warga juga dapat senantiasa membudayakan 3M plus. (den)
