Reses di Seputihagung, Aleg Dapil V Dapat Keluhan Infrastruktur dari Masyarakat

Radarlamteng.com, SEPUTIHAGUNG – Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah, sejak hari ini (6/12/2021) memasuki masa Reses tahap I masa sidang ke I tahun 2021 hingga (8/12/2021) mendatang. Para aleg turun ke setiap dapilnya masing-masing untuk menyerap aspirasi masyarakat. Seperti yang di lakukan oleh 12 aleg dapil V Kabupaten Lampung Tengah, yang meliputi Kecamatan Terbanggibesar, Seputihagung, Way Seputih, Terusannunyai dan Seputih Mataram.

Dalam sambutnya, Ketua DPRD Lampung Tengah Sumarsono menerangkan bahwa, dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini, pertumbuhan ekonomi dan kegiatan masyarakat tersendat lantaran Pandemi Covid-19. Namun, dari sektor pertanian masih dibilang survive, pasalnya selain masyarakat Lampung Tengah rata-rata bermatapencaharian sebagai petani.

“Bisa hampir di bilang berhenti, sektor ekonomi dan kegiatan masyarakat di kabupaten kita. Namun,karena ketangguhan para petani kita, dapat menopang pangan di Kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional. Pertanian kita tangguh, pada saat krismon dulu petani kita sejahtera, dan kaya raya,” ujar Sumrsono saat melaksanakan reses di Kampung Fajar Asri, Kecamatan Seputih Agung, bersama aleg dapil V lainya, pada (6/12/2012).

Ia menambahkan bahwa Pemkab Lampung Tengah, tengah melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dengan melakukan pinjaman kepada PT. SMI sebesar Rp 150 Milyar lebih, yang di pergunakan untuk pembangunan infrastruktur. Dan Pemkab harus mencicil pinjaman itu sebesar Rp 41 milyar setiap tahunya selama 5 tahun.

“Pemkab memiliki program PEN. Rp 66 milyar dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur pada ruas Bandarjaya sampai Seputih agung, termasuk pekerjaan jalan rigit beton di depan balai kampung Fajar Asri ini, bersumber dari PEN. Kita harus nyicil Rp 41 milyar setiap tahunya, selama limabtahun. Ini merupakan Rencana Program Jangka Menengah (RPJMD) kepala daerah sebelumya, mau tidak mau. Ini harus di selesaikan agar RPJMD yang baru bisa berjalan. Dan harus di setujui DPRD,” imbuhnya.

Dalam, sesi tanya jawab yang berlangsung. Masyarakat Kecamatan Seputih agung masih mengeluhkan tentang infrastruktur, baik jembatan, jalan hingga sumur bor. Seperti yang di sampaikan oleh Pitoyo dan Bawon selaku masyarakat kecamatan setempat mengeluhkan perbaikan jalan dan jembatan.
Lantaran sudah lama tidak tersentuh perbaikan.

Menanggapi hal tersebut, Sumarsono menjelaskan bahwa akan menyerap aspirasi masyarakat. Dan setiap kampung yang melayangkan aspirasi akan di akomodir satu kegiatan di setiap kampung.

“Masing-masing satu kampung kita perjuangkan satu titik, kebetulan sudah ada dana kampung yang bisa di gunakan untuk mengcover. Atau bisa juga bekerjasama antar kampung untuk membangun jembatan yang pakai bersama,” tandasnya.

Tak hanya itu, masyarakat juga mengeluhkan bahwa, pembangunan jalan rigit di Kampung Fajar Asri yang dananya bersumber dari PEN, kualitasnya di pertanyakan. Karena terdapat lebih dari 5 titik lebih retakan dan patahan serta ada juga ruas yang bergelombang. Setelah mendapat laporan itu jajaran aleg Langung mendatangi lokasi, dan banyak di temukan kerusakan sebelum jalan tersebut di gunakan. Hak itu membuat para aleg geram.

Dalam kesempatan ini, aleg dapil lima melaksanakan reses bersama, diantaranya Ketua DPRD Suamrsono, Wakil Ketua I Yulius Heri Susanto, Firdaus Ali, Wayan Eka Mahendra, Lambok Nainggolan, Agus Suwandi, Aris Wanto, Najamudin, Kiai Slamet Anwar, Rinzani, Majah Fitri dan Jauhari Subing. (cw26/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *