Radarlamteng.com, SEPUTIHAGUNG – Di akhir kegiatan reses Anggota DPRD Lampung Tengah Dapil V pada Senin (6/12/2021), seorang peserta reses yang hadir mempertanyakan kualitas pembangunan jalan rigid oleh Pemkab Lamteng di Kampung Fajarasri, Kecamatan Seputihagung.
Peserta mengeluhkan bahwa banyak badan jalan yang retak hingga patah, selain itu juga bergelombang.
Menanggapi hal tersebut, sontak Ketua DPRD Lampung Tengah Sumarsono dan jajaran aleg lainya mendatangi lokasi pembangunan. Setelah dilakukan kroscek lokasi, ternyata benar dan terkesan asal jadi.
“Kebetulan salah satu audien yang hadir mengeluhkan pembangunan rigid. Setelah kami cek lokasi ternyata benar adanya keluhan yang disampaikan,” ujar Sumarsono.
Saat berada di lokasi pembangunan, Sumarsono terlihat geram. Ia lalu mengambil telfon genggamnya dan melakukan panggilan. Di hadapan jajaran para kepala kampung setempat, ia berujar bahwa akan meminta Kepala Dinas Bina Marga melajukan penundaan pembayaran terhadap pihak ketiga yang melakukan pengerjaan proyek ini.
“Kalau betul, ada yang tidak baik Saya telfon kadisnya, untuk menunda pembayarannya. Pekerjaan belum dilewati, sudah patah. Ini dapat utang dan berbunga. Ini uang rakyat. Seluruh Lampung Tengah yang bayar ini. Pemborongnya gak bener. Sebanyak Rp36, 7 miliar kami gelontorkan. Dalam hal ini kami tidak punya kepentingan kecuali jalan berkualitas,” tegasnya.
Ia menerangkan, patahnya rigid beton ini terindikasi bahwa tidak sesuainya material yang digunakan untuk kontruksi. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi III DPRD Lampung Tengah, untuk memanggil OPD terkait dalam hal ini.
“Indikasinya, pertama pasti adukan marerialnya dikurangi, dugaan saya. Kemudian besinya kurang. Ukuranya kurang. Saya telah memerintahkan Komisi III untuk memanggil OPD terkait, dan saya akan hadir dalam kesempatan itu,” pungkasnya. (cw26/rid)
