Kejar Target Vaksinasi, Perantauan Diminta Pulang Kampung

Radarlamteng.com, RUMBIA – Kepala Kampung Restu Buana (RB 5) Kecamatan Rumbia, I Ketut Sugede punya cara sendiri mengejar target vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat di wilayah setempat.

Melalui surat edaran, dirinya meminta warga Restu Buana yang berada di perantauan dan belum mendapat vaksin untuk pulang kampung.

“Iya, kita tembuskan suratnya melalui keluarga masing-masing. Intinya agar pulang dulu untuk mendapat vaksin. Tapi ini berlaku bagi perantauan lokal dan memang belum divaksin di tempat kerjanya. Dan hasilnya hari ini banyak juga yang pulang untuk vaksin,” kata Sugede saat kegiatan gerebek vaksinasi di kampungnya, Rabu (24/11/2021).

Menurut dia, upaya tersebut untuk memenuhi target 100 persen warga Restu Buana tervaksin. Meski, katanya, sampai saat ini Restu Buana masih mencatatkan realisasi tertinggi capaian vaksinasi di Kecamatan Rumbia.

“Kalau masyarakat yang sudah menerima vaksin dosis pertama hampir 95 persen. Dan untuk dosis kedua sudah di atas 80 persen,” jelas Sugede yang menambahkan jumlah penduduk Restu Buana yang bisa mendapat vaksin di kisaran 2.000 jiwa lebih.

Menurut Sugede, capaian yang telah dicatatkan tersebut bisa saja menjadi salah satu kampung dengan realisasi tertinggi di Kabupaten Lampung Tengah.

“Memang, sebelum ada program percepatan vaksinasi baik gelombang pertama dan kedua ini, kita sudah lebih dahulu melaksanakan vaksinasi massal beberapa kali. Sehingga realisasi kita sudah cukup tinggi,” pungkasnya.

Kepala Puskesmas Rumbia, I Gusti Yoga menjelaskan, pada gerebek vaksinasi satu kampung yang merupakan kegiatan percepatan gelombang dua ini, pihaknya menurunkan tiga tim vaksinator. Adapun, jumlah vaksin yang disiapkan sebanyak 1.500 dosis. Realisasinya melebihi, 1.519 orang.

“Hari ini kita sediakan vaksin jenis Sinovac untuk dosis kedua dan pertama bagi semua umur. Termasuk anak-anak dan lansia. Lalu vaksin jenis Astra dosis pertama untuk kelompok dewasa,” ujar Yoga.

Menurut Yoga, penerima dosis pertama adalah masyarakat yang sebelumnya mendaftar namun tertunda karena suatu hal. “Ada juga masyarakat yang sebelumnya sulit divaksin,” bebernya.

Lebih lanjut dia menegaskan kepada masyarakat tidak perlu takut mendapat vaksin berbeda produk. “Yang menentukan vaksin jenis apa dan untuk siapa adalah tim vaksinator. Jadi masyarakat tidak perlu harus mendapat vaksin jenis tertentu, karena pada dasarnya semua vaksin itu memiliki kemampuan sama dan sudah melalui uji klinis,” pungkasnya. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *