Jeritan Petani Singkong di Lamteng, Harga Anjlok Refaksi Tinggi

Radarlamteng.com, BUMINABUNG – Sejumlah petani singkong di Kampung Srikencono Kecamatan Buminabung Lampung Tengah (Lamteng) menjerit.

Penyebabnya, harga singkong anjlok yang terjadi beberapa pekan terahkir. Sebelumnya, harga masih di kisaran Rp1.500/Kg dan kini turun menjadi Rp900/Kg.

Kondisi ini mengancam petani karena mereka khawatir harga akan terus merosot yang menyebabkan kerugian.

Seperti yang diungkapkan, Joko Pramono, petani singkong asal Dusun 3 Kampung Srikencono Kecamatan Buminabung.

Menurut Joko, saat ini petani di daerahnya sedang musim panen singkong. Namun musim ini petani tidak lagi merasakan hasil seperti tahun lalu ketika harga jual singkong stabli.

Sarbini, Ketua Pemuda Kampung Srikencono mengatakan bahwa singkong menjadi andalan utama pertanian di kampung setempat.

“Di sini semua petani menantikan hasil panen dengan harga jual yang sesuai. Tapi kenyataannya harga tetap murah. Belum lagi beban potongan (refaksi) di tingkat perusahaan yang sangat tinggi mencapai 30 persen. Ketika jual singkong 1 ton, tiga kwintalnya sama saja diberikan kepada pabrik,” ucapnya.

Dengan kondisi seperti sekarang, petani tidak mendapatkan keuntungan. “Jangankan dapat untung, buat modal penanaman kembali saja tidak cukup,” kata Sarbini. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *