Pembunuhan Ketua LPMK Purnamatungal Dipicu Masalah Lahan Garapan

radarlamteng.com, WAYPENGUBUAN – Latar belakang pembunuhan terhadap korban Sono (56), Ketua LPMK Kampung Purnamatunggal, Kecamatan Waypengubuan, Lampung Tengah, pada Senin (30/3) sekitar pukul 14.00 WIB mulai terungkap.

Ternyata, hal tersebut dipicu masalah tanah kampung seluas 1 hektare lebih yang digarap oleh tersangka Ponijo (75), yang masih tetangga korban.

Kapolsek Waypengubuan Iptu Widodo Rahayu mewakili Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma menyatakan hasil pengakuan tersangka dari hasil pemeriksaan sementara, karena dipicu masalah perebutan menggarap tanah kampung.

“Belum selesai pemeriksaannya. Tersangka masih berbelit-belit dimintai keterangan. Namun, keterangan tersangka sementara dipicu masalah tanah kampung. Korban meminta gantian menggarap tanah kampung yang sekarang ini dikelola oleh tersangka. Terjadilah cekcok,” katanya.

Terkait situasi, kata Widodo, kondusif. “Keluarga kedua belah pihak menyerahkan masalah ini sepenuhnya kepada kami,” ungkapnya.

Sedangkan tersangka Ponijo mengungkapkan ketika kejadian sedang membersihkan rumput di kebun singkong yang digarap. “Sono (korban, Red) yang saat itu mau pergi ke sawah tiba-tiba menghampiri saya, dan meminta tanah kampung yang sedang saya garap dengan nada tinggi. Katanya, ‘Kapan saya bisa garap!’ Saya kesal dan jawab, “Kalau mau garap ya silakan garap!” Dan akhirnya kami saling beradu mulut. Sono ambil bambu dan saya lawan pakai sabit,” tuturnya seraya mengatakan sudah dua bulan tidak bertegur sapa dengan korban.

Sementara saat dihubungi, Kakam Purnamatunggal Siwi Tejo Pramono meragukan pernyataan tersangka. “Tersangka memang menggarap tanah kampung seluas 1 hektare lebih. Tapi, saya meragukan pernyataan tersangka bahwa korban hendak meminta lahan yang sedang digarap. Setahu saya, antara korban dan tersangka tidak saling tegur selama bertahun-tahun,” ungkapnya. (red/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *