Begini SOP Pembelajaran Siswa di Rumah dari Disdikbud Lampung Tengah

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Tengah telah mengeluarkan aturan berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) kepada satuan pendidikan terkait kebijakan pembelajaran di rumah.

Kebijakan belajar di rumah berlaku bagi siswa-siswi di Lampung Tengah yang dimulai 17 hingga 31 Maret 2020. Hal ini sebagai antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) yang sedang mewabah di Indonesia.

“Setelah kita mendapatkan edaran bupati, maka dinas pendidikan membuat teknis penerapan proses pembelajaran di rumah. Ini adalah kesiapan instansi pendidikan di Lampung Tengah dalam menghadapi wabah Covid-19,” ujar Kadisdik Lamteng Syarief Kusen, S.Pd. MM., melalui Kabid Dikdas Dr. Nur Rohman, SE., M.Sos.I., Jumat (19/3/2020).

Adapun teknis dalam pembelajaran di rumah, yakni kepala Satuan Pendidikan menerbitkan surat tugas kepada guru untuk melakukan kegiatan pembelajaran di rumah sesuai dengan kelas atau mata pelajaran melalui berbagai media. Baik online ataupun offiine.

“Selanjutnya, satuan pendidikan memberikan sosialisasi kepada peserta didik mengenai media pembelajaran di rumah beserta tatacara penggunaan media tersebut,” katanya.

Guru menyiapkan bahan ajar yang disebarkan kepada peserta didik melalui media aplikasi pembelajaran yang dipilih.

“Guru menentukan media belajar sesuai dengan kondisi peserta didik secara efektif antar lain WA group, email, aplikasi rumah belajar, aplikasi si pintar, aplikasi google classroom, dll,” jelasnya.

Guru mengungga atau menyebarkan bahan ajar berupa modul, tutorial, video pembelajaran, soal latihan atau ujian tengah semester dan lembar kerja peserta didik ke media yang dipilih. “Peserta didik akan mempelajari bahan ajar yang telah diunggah oleh guru sesuai media yang telah dipilih,” jelasnya.

Guru menjelaskan atas materi pembelajaran yang diberikan;
Peserta didik mengunggah/ mengirimkan atas hasil pekerjaan yang dilaksanakan;

Kemudian, guru memeriksa dan mengevaluasi serta memberikan umpan balik atas hasil pekerjaan peserta didik. Selanjutnya, orang tua memastikan aktivitas belajar peserta didik di rumah berjalan dengan baik.

“Selama proses belajar di rumah diimbau untuk tidak melakukan perjalanan keluar daerah, kecuali bila ada kebutuhan mendesak,” bebernya.

Selain itu, kepala satuan pendidikan melakukan pengendalian atas pelaksanaan pembelajaran di rumah yang ditugaskan kepada guru.

“Pengawas dan penilik melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan pembelajaran di rumah pada satuan pendidikan yang menjadi binaannya,” katanya lagi.

Kepala satuan pendidikan melaporkan pelaksanaan pembelajaran di rumah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah. “Jika pemerintah telah menyatakan kondisi nornal, maka kita menerbitkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan untuk melaksanakan proses pembelajaran seperti biasanya. Untuk keperluan informasi mengenai pelaksanaan pembelajaran di rumah dapat menghubungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah,” jelasnya.

Menurut dia, aturan SOP yang dibuat, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia. Lalu Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan, serta Surat Edaran Bupati Lampung Tengah Nomor: 420/0396/SE/D.a.VI.01/111/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan. (rls/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *