Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH- dua hari menghilang, Nur Sodik (35) warga desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur ditemukan tewas, di Way Punggur Kampung Bumirahayu Kecamatan Bumiratunuban, Kabupaten Lampung Tengah, pada Sabtu, (2/11/2019) pukul 14.40 wib. Sementara rekanya, Sukirno hingga kini belum ditemukan.
Kasatreskrim Polres Lampjng Tengah AKP Yuda Wiranegara mengatakan, berdasar keterangan saksi, sebelum menghilang, Nur dan Sukirno mengantar tiga ekor sapi ke rumah M, di Kampung Bumirahayu, Kamis (31/10). Dalam penyelesaian kasus ini. Polres Lampung Tengah, di Beckup langsung oleh Polda Lampung.
“Di rumah pelakum keduanya disuguhi kopi yang sudah dicampur racun tikus. Sehingga mereka idak sadarkan diri dan lalu dipukul mengunakan linggis. Kemudian dibuang ke Way punggur,” kata Yuda.Pada bagian lain, mayat Nur Sodik masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Petugas forensisk masih melakukan otopsi.
Menurut Suhadi, tetangganya, Nur Sodik dan Sukirno pamit mengantar tiga ekor ke Bumi Rahayu. ”Tapi kok nggak pulang-pulang. Jadi keluarga putusin lapor polisi dan cari ke desa itu,” kata Suhadi di RS Bhayangkara Polda Lampung, Sabtu malam.
Setelah lama mencari, ia dan warga lain berhasil menemukan mayat Nur Sodik di tepi sungai. ”Kita cariin kemana-mana. Ke kebun sawit, sawah, sampai akhinya ke sungai. Dia (Nur Sodik, Red) ditemukan sudah nggak bernyawa. Badannya diiketdan nggak pakai baju,” sebutnya.
Suhadi menuturkan, polisi juga menemukan mobil korban bersama sapi dan baju yang dilucuti. Lokasinya di wilayah Simpang Perpau, Kotabumi, Lampung Utara. ”Kalau mobil sudah ketemu. Sama tiga sapi dan baju mereka ada dalam mobil. Kalau dugaan saya, ada dendam pribadi di balik ini semua,” tukasnya.(rnn/cw26/gde)
