Gempita Bulan Bahasa SMAN.1 Terusannunyai, Bentuk Karakter Melalui Seni dan Peduli Lingkungan

Radarlamteng.com, TERUSANNUNYAI – Gempita Bulan Bahasa di SMAN 1 Terusan Nunyai Lampung Tengah  dibuka oleh Ketua MKKS SMA Lampung Tengah Drs.H Dasiyo Priambodo,M.Pd, pada Sabtu (26/10/2019) yang  mengajak seluruh warga sekolah untuk mengeksplor ragam minat dan bakat  melalui aksi seni dan solidaritas rasa peduli lingkungan.

Safriansyah,S.Pd Selaku Waka Kesiswaan SMAN 1 Terusan Nunyai mèngatakan, siswa diminta untuk memberikan karya-karya terbaiknya dalam lomba Cipta Cerpen,Cipta dan Baca Puisi, lalu lomba desain poster digital, lomba Monolog,Gitar Solo serta lomba Literasi Pojok Baca disetiap kelas hingga Festival Band.” Dengan kegiatan ini nantinya siswa mampu memiliki mental yang terlatih hingga nanti memasuki dunia pendidikan lebih tinggi akan memiliki rasa kepercayaan diri dalam menciptakan kegiatan seperti ini,” jelasnya.

Dwi Hendriyani Kepala Perpustakaan Sekolah menambahkan,melalui lomba literasi pojok baca dikelas,diharapkan akan memberi efek kenyamanan bagi siswa untuk betah didalam kelas dengan membaca banyak sumber ilmu dari buku.

” Literasi sebagai inti sekolah zonasi diharapkan mampu menambah khasanah pengetahuan yang lebih luas,perpustakaan mempunyai program Tsunami Literasi dimana Guru dan Siswa akan membaca  secara bersama dalam satu hari yang nanti akan dilaksanakan pada Januari 2020.Lalu akan dibuatkan aplikasi E-Book  dan IPnas diperpustakaan sebagai sarana lebih memudahkan siswa dan guru dalam membaca berbagai buku ,” urai Hendriyani.

Kepala SMAN 1 Terusan Nunyai Drs.Andreas Sinaga,M.M bersamaan pada Bulan Bahasa tahun 2019 ini,melakukan Deklarasi Eco Office bersama Pihak OSIS dan Kantin Sekolah.Ditujukan untuk sadar dan peduli lingkungan dengan mengurangi sampah plastik dan pembiasaan membawa tumbler sebagai tempat untuk minum.

” Kami menyiapkan air bersih di 36 kelas dengan dispenser dan  galon agar siswa dan guru bisa minum dengan air bersih dan segar,sehingga dapat menghindari efek plastik yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan,” ajak Andreas. (*/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *