Hasil Pemira PKS Lamteng, Mufti Salim Suara Terbanyak di Internal Partai

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Hasil Pemilu Raya (Pemira) bakal calon bupati dan wakil bupati yang dilaksakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung Tengah (Lamteng) dibeberkan, Jumat (11/10/2019).

Hasilnya, Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim menjadi peraih suara terbanyak sebagai Bakal Calon Bupati. Kemudian disusul nama Nursalim sebagai bacalon wabup yang meraih suara di internal PKS Lamteng.

Pemira telah dilaksanakan selama dua pekan. Mucul 15 nama bacalon bupati-wakil bupati dari internal PKS dan 11 bacalon dari eksternal partai.

Ketua DPD PKS Lampung Tengah, M. Anton Robbani menerangkan bahwa pemira merupakan tradisi yang dilakukan PKS menjelang pilkada. Dalam pemira ini diikuti 908 responden atau 100 persen partisipasi kader. Pemira memilih 15 balonbup-balonwabup internal partai dan 11 balonbup -balonwabup eksternal partai. Nama-nama yang muncul ini berdasarkan aspirasi kader PKS. Dari hasil pemira diambil lima besar bakal calon internal dan eksternal.

“Kami ambil lima besar bakal calon internal dan eksternal potensial. Lima besar bakal calon nanti kita undang untuk memaparkan visi-misinya membangun Lamteng dan komitmennya,” ujar M. Anton Robbani didamping Ketua Fraksi PKS, M. Goffur dan Anggota DPRD Lamteng Agus Triyono di Kantor DPD PKS Lamteng.

Adapun lima besar balonbup dari internal partai, suara tertinggi diraih Ahmad Mufti Salim dengan 427 suara atau 47 persen dan kedua diraih Nursalim dengan 268 suara atau 30 persen. “Lalu saya sendiri (M. Anton Robbani) 68 suara atau 7 persen, M. Ghofur 46 suara atau 5 persen, Marsudiyanto 38 suara atau 4 persen, dan calon lain 61 suara atau 7 persen,” terangnya.

Dari lima balon internal ini, kata Anton, dipilih lima balonwabup dengan suara tertinggi diraih Nursalim 197 suara dan kedua diraih Ahmad Mufti Salim 165 suara. “lalu ada Jauhary Subing dengan 119 suara, M. Ghofur 80 suara, saya sendiri (M. Anton Robbani) 70 suara, dan calon lain 260 suara,” katanya.

Kemudian balonbup dari eksternal, kata Anton, tertinggi diraih Musa Ahmad 293 suara atau 32 persen dan kedua Loekman Djoyosoemarto 222 suara atau 24 persen. “Disusul Nessy Kalvia Mustafa 145 suara atau 16 persen, K.H. Imam Suhadi 52 suara atau 6 persen, Mahfud Santoso 41 suara atau 5 persen, dan calon lain 155 suara atau 17 persen,” ujarnya.

Balonwabup dari eksternal, kata Anton, tertinggi diraih Nessy Kalvia Mustafa 262 suara dan kedua Musa Ahmad 134 suara. “Disusul Ardito Wijaya 102 suara, K.H. Imam Suhadi 75 suara, Loekman Djoyosoemarto 60 suara, dan calon lain 275 suara,” ungkapnya.

Ketika ditanya terkait potensi munculnya bakal calon lain di luar pemira ini, Anton menjawab bahwa kemungkin itu masih ada.

“Kemungkinan itu ada, politik itu dinamis. Tapi, biasanya tidak keluar dari hasil pemira. Termasuk apakah koalisi Pilgub Lampung akan terulang pada Pilkada Lamteng? Bisa saja itu terjadi. Kita lihat nanti saja,” tegasnya.

Diketahui 15 balonbup kader internal PKS yang masuk pemira adalah Ahmad Mufti Salim, Ana Fitriana, M. Anton Robbani, Gatot Sugianto, Gembong Prijohutomo, Jauhary Subing, Joni Hardito, M. Ghofur, Marsudiyanto, Nursalim, Parwoto, Puji Rahmawati, Sukarman, Sumijah, dan Tina Wahyuni.

Kemudian dari eksternal adalah Abdullah Surajaya, Andika Wibawa, Ardito Wijaya, K.H. Imam Suhadi, Loekman Djoyosoemarto, M. Ikhsan Al Hayat, Mahfud Santoso, Miswan Rody, Musa Ahmad, Nessy Kalvia Mustafa, dan Taufik Hidayat. (cw26/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *