Pembangunan Pasar Rukhti Harjo Tetap Lanjut, Dewan Salahkan Dinas Perdagangan dan Kakam

Radarlamteng.com, SEPUTIHRAMAN – Pedagang Pasar Kampung Rukhti Harjo, Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah kecewa atas penjelasan dari pihak Dinas Perdagangan dan anggota DPRD Lampung Tengah I Nyoman Suryana. Pasalnya, pembangunan pasar kuliner di wilayah ini dinilai merugikan mereka.

Ketut Pande Sampurna mengatakan pedagang Pasar Kampung Rukhti Harjo kecewa dengan keputusan yang diberikan. Dimana pedagang menolak keras pembangunan tersebut.

“Banyak yang kecewa, Mas pedagang ini. Kok malah dilanjutkan. Katanya aturan harus dilanjutkan. Tentunya kami yang dirugikan,” kata Pande sapaan akrabnya saat ditemui di Pasar Kampung Rukhti Harjo.

Pande mengakui bahwa pedagang tidak dilibatkan dalam sosialisasi pembangunan pasar Kampung Rukhti Harjo. Tiba-tiba, terdengar kabar pembangunan sudah dikonsep dan akan segera dibangun. 

“Konsep ini sebenernya hanya akal-akalan oknum yang mencari untung pribadi. Bisa kita lihat pasar ini jadi amburadul. Saya yakin nanti kacau,” katanya.

Kalau diperbaiki, lanjut Pande, pedagang akan menerimanya. Namun, ini membangun kios-kios kembali. Sedangkan, di dalam saja masih banyak yang kosong.

“Kalau ada perbaikan atau memperindah Pasar kami pasti terima. Tapi, ini bangun kios. Sedangkan masih ada ratusan yang kosong. Coba gimana cara mereka mengatakan layak bantuan itu tepat turun di pasar ini,” katanya.

Hal senada, diungkapkan Ali yang juga pedagang Pasar Kampung Rukhti Harjo, bahwa dengan hasil harus dilanjutkan pembangunannya, pedagang sangat kecewa. Karena, dirinya menduga ada lobi-lobi yang menguntungkan oknum terkait pembangun ini.

“Banyak yang menduga kok, Mas, kalau ini ada yang mencari keuntungan pribadi. Karena kami pedagang tidak dilibatkan untuk sosialisasi bahwa akan dibangun pasar. Kalau kami ada pas sosialisasi itu, kami pastikan akan menolak,” katanya.

Ali menjelaskan pembangunan ini setelah jadi, akan dilakukan audit. Pedagang telah mengirim surat permohonan kepada pihak Kejaksaan Negeri Lampung Tengah.

“Kami sudah mengirim surat kepada Kejari Lampung Tengah. Dimana kami memohon untuk dilakukan audit sesuai atau tidak pembangunan Pasar Kampung Rukhti Harjo. Kami menduga ada pengurangan anggaran untuk proyek ini,” jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah I Nyoman Suryana menegaskan bahwa pembangunan pasar Kampung Rukhti Harjo harus dilanjutkan. Karena, ini sudah dilelang dan dianggarkan.

“Ini harus dilanjutkan. Kalau ada yang mencoba menghalangi pembangunan, nanti berurusan dengan hukum,” katanya.

I Nyoman Suryana juga menyalahkan Dinas Perdagangan dan Kepala Kampung Rukhti Harjo Gunawan beserta perangkatnya, yang tidak melibatkan sebagian besar pedagang. Malah melibatkan masyarakat di luar pasar.

“Ini kesalahan dari awal yaitu pihak Dinas Perdagangan dan aparatur Kampung Rukhti Harjo. Kok langsung disetujui saja, tanpa ada survei terlebih dahulu. Kalau saya menilai aspirasi pedagang itu benar. Kalau pasar ini tidak bisa dibangun kios-kios lagi,” katanya.

Masih dikatakan I Nyoman Suryana, aspirasi masyarakat tidak bisa terealisasi karena berbenturan dengan aturan.

“Pembangunan ini seharusnya tidak terjadi. Tapi, karena anggaran sudah turun. Maka itu wajib dikerjakan. Kalau tidak nanti fiktif,” tegasnya. (cw23/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *