radarlamteng.com, KALIREJO- Meskipun musim kemarau belum terlalu lama melanda wilayah Kecamatan Kalirejo dan sekitarnya, namun dampaknya sudah sangat dirasakan oleh sebagian warga. Selain sebagian sumur milik warga yang sudah mulai mengering, juga sebagian besar kolam ikan mengalami kekurangan air bahkan kekeringan, sehingga hal itu berdampak pada menurunnya produksi ikan baik benih maupun ikan konsumsi.
Demikian seperti yang disampaikan oleh Widodo, selaku ketua GabunganbKelompok Pembudidaya Ikan (Gapokdakan) Kecamatan Kalirejo.
“Memang beberapa kolam ikan milik anggota Gapokdakan kami mengalami kekurangan air bahkan kekeringan, sehingga Produksi ikan, baik benih ikan maupun ikan konsumsi, mengalami penurunan. Dan secara umum
penurunan produksi ikan tersebut berkisar enam puluh persen,” ungkapnya.
Masih dikatakannya bahwa dengan menurunnya produksi ikan, mengakibatkan harga ikan mengalami lonjakan harga. Saat ini, harga ikan konsumsi ditingkatan petani perikanan, untuk jenis ikan emas dari sebelumnya Rp24 ribu menjadi Rp27 ribu, untuk ikan nila dari Rp18 ribu
menjadi Rp22 ribu, lalu untuk ikan gurame dari Rp28 ribu menjadi Rp32 ribu.
Lebih lanjut Widodo menyampaikan bahwa sebagai salah satu cara untuk mengatasi adanya kekeringan tersebut, yaitu pengadaan sumur bor. Sehingga ketika terjadi kemarau seperti saat ini, kolam masih bisa diisi air dari sumur tersebut. Oleh karena itu,pihaknya berharap
khususnya kepada pemerintah daerah, agar dapat memfasilitasi adanya bantuan sumur bor kepada anggota gapokdakan-nya. (den)
